Syukur

Hari ini (24/6) di saat kelompok KKN lainnya sudah mulai kembali ke kampong halaman, kelompokku masih memiliki kegiatan bahkan hingga hari Minggu untuk perlombaan. Lokasi buka bersama adalah parkiran Pak Jajat, donatur dari pesantren di Masjid Ihya Ulumuddin yang dari kemarin garasi tersebut telah dibersihkan bersama bapak-bapak yang lain.

Aktifitas beberapa hari ke belakang cukup melelahkan. Serasa tak ada waktu untuk menulis cerita sehari-hari dalam blog ini. Namun entah mengapa cerita hari ini harus ditulis. Bukan tentang buka bersama para santri dari pesantren kilat yang kita sambangi atau bukan pula telat untuk membantu bersih-bersih masjid di pagi hari. Namun ada sesuatu momen singkat dan sederhana yang cukup menyentuh.

Saat shalat maghrib, aku berada di samping seorang bapak yang ternyata adalah orang suruhan dari Pak Jajat yang memiliki acara hari ini. Yang cukup membuat kaget adalah ternyata bapak tesebut tidak memiliki jari kaki. Awalnya aku mengira bapak tersebut mengenakan kaus kaki. Namun setelah dilihat lagi ternyata memang bapak tersebut memiliki kekurangan. Cukup terhenyak. Sangat bersyukur memiliki tubuh yang sempurna.

Semoga itu menjadi tamparan kesekian kalinya untuk terus bersyukur dengan apa yang telah dimiliki.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s