Adam, Iki, Isa dan Uki

IMG_6437 (FILEminimizer)

@ Lembur Gedong, Cimalaka, Sumedang

Sambutan dari anak-anak warga Lembur Gedong, Cimalaka ternyata sangat antusias mengunjungi posko KKN. Karena antusias tersebut sampai terlihat seperti mengganggu khususnya untuk mahasiswi. Tapi namanya juga anak-anak, pasti senang jika tempatnya kedatangan orang baru apalagi pemuda yang dapat diajak untuk berinteraksi. Tentu sikap mereka akan cari perhatian pada akang-tetehnya yang baru di desa.

Namun sebelum itu hari ini dimulai dari jalan-jalan pagi bersama Hera dan juga Siti. Saat yang lain sedang tertidur, kami berjalan keluar membawa kamera untuk mengambil beberapa gambar suasana pagi di Cimalaka. Udaranya sejuk dan pemandangan gunung pun menjadi latar belakang yang sangat bagus. Dalam perjalanan kami juga menemukan masalah sampah yang menggunung di salah satu sudut desa dengan sawah yang hijaunya sangat indah. Sungguh disayangkan.

Acara selanjutnya adalah penerimaan dari pihak pemerintah Sumedang untuk mahasiswa KKN Tematik UPI 2016. Di sana aku bertemu dengan beberapa KEMAKOM yang juga KKN di Sumedang. Ada Tia, Muti, Qori, Silmi, Irfan, dll. Kami pun sempat mengambil beberapa gambar untuk diabadikan. Acara pun dimulai di pendopo setelah wakil bupati hadir di lokasi.

Sama seperti upacara lainnya, bahkan lebih bisa dibilang tak kondusif. Dari pihak UPI mengatakan bahwa terdapat 402 mahasiswa yang melaksanakan KKN di Sumedang yang tersebar di 5 kecamatan dengan 2 tema yaitu Posdaya dan MBS. Wakil bupati pun menerima dengan beberapa harapan yang disampaikan.

Ada yang menarik ketika kami berkunjung ke pesantren kilat yang diadakan di TPA yang berada di desa. Salah satu teman kami, Lindi dari PKn terkunci di rumah sendirian. Dan kami baru menyadarinya setelah sekian lama berada di sana. Padahal sebelumnya kami berkenalan pada para santri satu per satu dan tak sadar bahwa Lindi tak bersama kami pada saat itu.

Setelahnya aku, Lukis dan Hera berkunjung ke kantor kepala desa untuk mempertanyakan kegiatan sosialisasi yang akan diadakan di kantor desa lusa mendatang. Saat pulang kami sempat kehujanan dan cukup membuat pusing kepala. Dan semua itu hilang setelah terdapat 4 orang anak, yaitu Rifki, Riksa, Yuki dan Adam yang mengunjungi posko. Nampaknya mereka langsung akrab dan senang dengan kehadiran kami di sini.

Semoga besok hari aka nada kejutan dan pelajaran yang dapat diambil oleh kami. Dan satu lagi cerita menarik adalah shalat tarawih yang sangat cepat dan membuat pegal. Haha. Setiap daerah mempunyai kebiasaan tersendiri dalam melakukan ibadah. Semoga besok lebih banyak cerita yang didapat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s