Cokelat Afifah

IMG_6613 (FILEminimizer)

Foto terbaik hari ini.

Hari ini dimulai siang hari untuk menuju pesantren. Aku datang paling akhir karena mandi terlebih dahulu. Sesampainya di sana ternyata sudah shalat dzuhur 2 rakaat. Aku pun bergabung dengan barisan dan melaksanakan ibadah siang itu. Walaupun dzuhur ternyata cukup banyak jika di waktu seperti itu. Aku mendapatkan posisi paling pojok walau masih di shaf pertama.

Setelah beberapa anak-anak pesantren berdatangan, kami pun memulai pesantren kilat yang sudah terbentuk pelaksanaannya. Kami hanya ikut mengisi beberapa jam menggantikan para ustadz yang bertugas mengajar di pesantren kilat tersebut. Anak-anak pun dibariskan dimulai dengan bacaan-bacaan islami.

Selanjutnya kami membagi ke dalam beberapa kelompok yang lebih kecil. Di sana mereka diberi permainan sambil diberi materi tentang nama-nama malaikat dengan tugasnya. Kondisinya tentu saja heboh. Beberapa anak yang tidak mau diam pun bukan sesuatu yang aneh jika dilihat dari pengalaman-pengalaman sebelumnya seperti di P2M awal tahun ini.

Hujan pun turun, namun para santri terus berdatangan dengan payungnya. Beberapa juga diantarkan oleh orang tuanya. Masjid tersebut semakin sesak dengan anak-anak yang memiliki latar usia yang berbeda-beda. Sampai akhirnya ustadz yang menjadi pengajar pada pesantren kilat tersebut datang sekitar pukul 13.30 WIB.

Dengan pengalaman pada pertemuan pertama yang kurang kondusif, kami berdiskusi strategi yang akan digunakan pada pertemuan selanjutnya. Kami sepakat untuk membuat sebuah reward semacam buku tabungan yang akan diisi oleh poin jika sang anak dapat menjawab pertanyaan, aktif atau tidak mendapatkan kartu kuning atau merah hingga pertemuan selesai. Kartu tersebut dimaksudkan untuk mereka yang dianggap nakal dan mengganggu proses belajar. Dalam hal ini dimaksudkan untuk pembelajaran yang lebih kondusif namun tetap kompetitif karena yang paling banyak mendapatkan poin akan mendapatkan hadiah yang lebih besar.

Tapi yang paling berkesan dari hari ini tentu saja ketika Afifah dan beberapa kawannya datang ke posko dengan membawa makanan untuk menjenguk Hera yang sedang sakit. Kami kaget dengan sikap hangat anak-anak yang begitu peduli dan senang dengan keberadaan kami di desa mereka. Kami pun mengambil beberapa foto bersama mereka di posko dan mengajak mereka untuk buka puasa bersama.

IMG_6609 (FILEminimizer)

Afifah and Friends.

Sebelum berbuka aku dan Kiki sempat diajak untuk membeli Rickolath, sebuah usaha rumahan di desa ini yang menjual cokelat dengan varian rasa seperti Chocodot yang ada di Garut. Aku membeli 2 buah cokelat kurma yang harganya hanya Rp 1.000,- namun memiliki rasa yang berada di atas harga tersebut. Mungkin keberadaan kami dapat membantu perekonomian masyarakat di desa ini salah satunya dengan Rickolath.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s