Workshop ke Semarang (1): Perjalanan Menyenangkan

Jumat (21/4) subuh aku sudah bersiap dengan satu ransel dan satu tas jinjing untuk dibawa ke stasiun dengan mengendarai motor. Sudah jadi pilihanku untuk menuju stasiun mengendarai motor dan menyimpannya di stasiun. Tarif permalam yang kubaca dari beberapa sumber di internet adalah Rp 12.000,-. Aku lebih memilih opsi tersebut dari pada menggunakan transportasi online karena memiliki rencana untuk pulang ke Sumedang setiba di Bandung kembali yaitu pada hari Minggu subuh. Aku memilih tempat parkir paling pojok berharap menjadi tempat paling aman ditambah dengan kunci pengaman yang dibeli sehari sebelumnya. Walau banyak motor yang lebih berharga untuk objek kejahatan tetap saja suatu kewajiban untuk kita menjaga apa yang miliki sebaik mungkin.

Kereta berangkat pukul 06.15 WIB dengan tujuan Stasiun Semarang Tawang. Yap, ini adalah kali ke-dua aku pergi kembali mendatangi undangan untuk mengisi workshop animasi di Universitas Negeri Semarang. Perjalanan kali ini bagiku akan terasa lebih menyenangkan. Ada dua alasan untuk itu: aku sendiri yang memilih kursi penumpang, dan perjalanan ke Semarang akan dilakukan dari pagi hingga siang. Itu berarti aku dapat melihat pemandangan sepanjang jalan hingga Semarang ditambah dengan posisi duduk samping jendela yang telah kupilih sendiri.

IMG_20170421_051941

Stasiun Bandung di subuh hari.

Mendekati jadwal keberangkatan kereta, aku mulai memasuki kereta yang akan membawaku. Menelusuri gerbong kereta dan mencari tempar dudukku hingga melihat seorang perempuan paruh baya tengah duduk di kursiku. “Maaf teh, saya 16D”. Akhirnya perempuan tersebut bergeser dan aku mendapati tempat dudukku. Sebelum kereta berangkat kami sempat mengobrol sedikit dan aku tahu dia adalah mahasiswi ITB angkatan 2016. Wow masih mudah sekali pikirku. Mengobrol lebih lanjut, ternyata dia adalah mahasiswi S2 SF ITB angkatan 2016, telah lulus dari Unissula Semarang tahun lalu dan kini akan menghadiri wisuda temannya di Semarang. Malu? Bisa dibilang seperti itu karena menganggap dia jauh lebih muda ternyata lebih tua satu tahun. Kereta pun mulai berangkat meninggalkan stasiun.

Apa yang kulihat dari jendela ternyata sesuatu yang cukup menyeramkan. Masih melintasi kota, banyak sekali rumah-rumah yang berjarak hanya beberapa meter dari kereta. Bahkan banyak kutemui jemuran yang jaraknya kurang dari setengah meter dari jendela! Wow. Bahaya sekali rumah-rumah yang berada di sana. Dan aku sempat teringat bahwa sebenarnya rumah dengan jarak tertentu yang dianggap terlalu dekat dengan rel adalah ilegal. Tujuannya bagus, untuk keselamatan penghuninya juga. Bagaimana jika ada anak-anak yang bermain sekitar rumah hingga mendekati rel. Mungkin itu pula yang membuat Ahok memindahkan rumah-rumah di bantaran sungai ke rumah susun yang lebih layak.

IMG_20170421_052609

Tempat tunggu di boarding pass.

Kereta terus berjalan melewati beberapa stasiun hingga akhirnya memasuki kawasan persawahan dan perkebunan. Dan ini sangat luar biasa! Yap! Dataran Jawa Barat yang naik-turun membuat kereta harus melewati terowongan atau jembatan. Paling menakjubkan tentu saat melewati jembatan. Aku dapat melihat persawahan hijau yang indah tepat dari atas seperti terbang. Atau aku dapat melihat jurang-jurang yang sangat dalam dari pandanganku. Tapi ada hal yang lebih menarik dari semua itu: ketika kereta berbelok! Yes! Dapat melihat ekor kereta sungguh menjadi pemandangan yang menarik. Terakhir kali aku melihat hal yang sama saat aku dan keluargaku naik kereta dari Kediri ke Bandung. Hingga akhirnya kereta tiba di Cikampek untuk waktu yang lebih lama dari stasiun lainnya.

IMG_20170421_075430

Di stasiun Purwakarta.

Ternyata memang stasiun di Cikampek adalah salah satu titik stasiun utama. Dan semua yang ada di gerbongku membalikkan arah kursi dengan dalih kereta akan berjalan berbalik dari arah sebelumnya. Aku akhirnya mencari sumber di internet yang membawa ke beberapa blog dan mengkonfirmasi bahwa kereta Ciremai akan berbalik arah di Cikampek. Akhirnya aku dan mahasiswi ITB tadi membalik kursi. Kini posisi kita di belakang yang sebelumnya nomor dua dari depan gerbong. Di sana kami mengobrol kembali dan akhirnya aku baru tahu namanya adalah Arini dan berasal dari Sulawesi. Dia bercerita bahwa di berkuliah di Semarang karena ada program beasiswa dari provinsinya ke Unissula. Berarti semacam beasiswa untuk teman-teman yang berasal dari Palembang yang berkuliah di Pendidikan Ilmu Komputer UPI. Sesekali kami mengobrol yang membuat perjalanan tidak terlalu membosankan karena perjalanan dari Cikampek ke Semarang memang membosankan. Yap, perjalanan dari Cikampek mulai melalui jalanan yang lurus-lurus saja dan melewati perkotaan. Melewati persawahan pun yang terlihat adalah persawahan datar dan kebanyakan agak gersang. Satu-satunya pemandangan yang menarik adalah ketika rel kereta sangat dekat dengan laut. Benar-benar dekat, tanpa terhalang apapun, mungkin hanya beberapa meter sudah menemui garis laut. Namun pemandangan itu tak cukup lama, hanya beberapa saat lalu terhalang oleh pepohonan karena sudah terdapat tanah yang memangkas jarak rel dengan garis laut. Tapi kabar baiknya berarti Semarang sudah dekat.

Sampailah di stasiun sekitar sepuluh menit lebih cepat dari perkiraan. Sampai di sana aku bergegas mencari mushola. Memang karena bangunannya tua atau memang belum direnovasi sejak lama, bagiku sarana di stasiun Semarang Tawang belum cukup nyaman. Dapat terlihat dari sanitasi di mushola. Namun mungkin akan ada renovasi karena aku lihat di beberapa sudut sedang ada aktivitas pembangunan. Aku di sana menunggu Fadhlor yang akan menjemputku. Fadhlor adalah peserta workshop tahun kemarin yang menjadi kawan dekat via media sosial. Aku dijanjikan untuk diajak keliling Semarang dan diantar untuk bertemu dengan Teh Fitri, asisten dosen pemrograman yang kebetulan juga sedang ke Semarang untuk rapat dari kantornya di Kementerian BUMN.

Setahun kurang satu hari yang lalu aku berada di Semarang, dan pemandangan di sepanjang perjalanan bersama Fadhlor masih familiar di ingatanku. Memang Semarang cukup berkesan untukku.

Iklan

One thought on “Workshop ke Semarang (1): Perjalanan Menyenangkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s