Seminar Kecil Tentang LPDP

Wah sudah lama tak menulis untuk blog ini. Waktu kosong di sela istirahat dari skripsi lebih sering dihabiskan untuk main PES akhir-akhir ini. Tapi mungkin sekarang sudah bertemu dengan titik jenuh dari bermain PES (karena sudah bermain selama dua musim dan sudah memenangkan segalanya). Sekarang saatnya kembali menulis cerita hidup dan mengabadikannya untuk menjadi kenangan yang terekam di blog ini.

Hari ini terdapat acara seminar kecil dari Teh Asyifa, alumni yang mendapatkan beasiswa LPDP untuk studi S2 di Waseda University, Jepang. Acara dikoordinasi oleh asisten MPPL dan RPL yang dibentuk Pak Eddy seminggu yang lalu dengan judul utama adalah kelas skripsi yang salah satu acaranya adalah seminar kecil kali ini.

Menarik apa yang disampaikan oleh Teh Asyifa tentang kehidupan di Jepang yang sulit mencari makanan halal, dipandang sebagai orang aneh karena menggunakan jilbab, hingga biaya hidup di Jepang. Dan tentu sangat informatif mengenai tips dan trick untuk lolos ke LPDP. Di sana Teh Asyifa menceritakan pengalamannya tahap demi tahap hingga dapat beasiswa S2 di Jepang.

dscf3933

Pak Eddy memberikan plakat pada Teh Asyifa. Foto oleh Nurridayanti.

Acaranya pun dihadiri sekitar 50 orang. Itu adalah angka yang besar karena Teh Asyifa pun hanya mengira akan berjumlah 10-15 orang. Tapi bagiku kecil jika dibandingkan dengan kelas skripsi minggu lalu. Walau wajar karena minggu lalu diwajibkan oleh dosen dan yang sedang mengontrak skripsi memiliki kepentingn yang sangat besar.

Setelah acara selesai pun, panitia diajak oleh Teh Asyifa untuk makan bersama di SSG DT. Walau tak semua panitia hadir karena beberapa orang memiliki agenda lain, acara makan bersama itu menyenangkan karena sambil bercerita hal-hal menarik.

Aku turut bangga dan terinspirasi dari alumni yang dapat berkuliah di luar negeri atau berkeliling dunia karena pekerjaannya. Selain Teh Asyifa ada Kang Panji dan Kang Hasbi yang sangat menginspirasi. Jika memang ada penghargaan untuk alumni yang menginspirasi, lucu rasanya jika nama-nama tadi tidak memenangkannya atau bahkan sekadar masuk nominasi.

Dan semoga saja langkah-langkah hebat mereka akan dapat diikuti walau dengan jalan berbeda. Mengejar beasiswa LPDP? Iya, akan dicoba dan diperjuangkan. Tapi mungkin aku akan mengambil kampus di dalam negeri. Ada beberapa alasan yang membuat berkuliah S2 di Indonesia lebih dikejar walau tetap suatu saat aku berharap dapat berada di depan pintu 221B Baker Street.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s