Malam Bersama Asisten Lab Multimedia (Lagi)

Tahun 2016 sudah akan berakhir. Kami dari lab multimedia pun Jum’at (23/12) pun membereskan beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan yang sempat tertunda karena berbagai hal seperti Gemastik, proyek dosen, dll. Namun ada satu agenda lain yang kami nantikan yaitu foto studio untuk yang ke-dua kali. Berbeda dengan yang pertama, kali ini hanya dari angkatan 2013 dan 2014 yang jumlahnya masing-masing 3 orang. Aku bersama Teti dan Ferldy dari angkatan 2013 sedangkan Fidela, Eagan dan Hisyam dari angkatan 2014.

Kalau boleh jujur aku sangat bangga dengan tim yang ada di lab ini. Teti adalah rekan seperjuangan meraih medali di Gemastik 8 UGM. Ferldy adalah pemusik handal yang pengalaman bermusiknya pun sudah tak diragukan lagi dan pernah masuk dalam album kompilasi yang diadakan oleh Fender Indonesia. Sedangkan untuk angkatan 2014 adalah mereka yang terbaik di bidangnya di angkatan mereka. Tiap dari kami memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Tentu yang paling mirip denganku adalah Hisyam. Jika dilakukan pemisahan dengan clustering, aku yakin aku berada satu cluster bersama Hisyam sedangkan Ferldy sendirian dengan titik centroid yang paling jauh dari semuanya.

Kami berfoto di Jonas Photo Studio yang terletak di Jalan Banda. Antreannya pun dibilang cukup dekat, hanya menunggu empat antrean. Di sana pula aku bertemu dengan Miftah, teman seangkatan di SMA yang kini menjadi mahasiswa angkatan 2015 di Pendidikan Seni Rupa UPI yang sedang akan berfoto kelas. Dia menyapaku saat beres shalat magrib. Di sana kami berbincang sedikit tentang kostan, hingga pameran-pameran yang dia ceritakan selama berkuliah di Seni Rupa UPI.

Ada yang berbeda dengan foto asisten lab multimedia kali ini. Jika tahun lalu terkesan berantakan, kali ini kami memiliki konsep grayscale. Lebih teratur dengan komposisi jumlah anggota yang pas juga. Kami mengambil paket yang mengambil lima foto. Pengambilan gambar kali ini pun berada di gedung utama, tak seperti saat pertama kali yang dilangsungkan di gedung seberang gedung utama.

Setelah berfoto kami melanjutkan untuk makan malam bersama. Setelah berunding mencari tempat makan, kami memutuskan untuk menuju Tokyo Connection. Alasannya sangat absolut: dekat. Yap, restoran tersebut berada di Jalan Progo yang dapat diakses hanya dengan jalan kaki. Di sana kami menikmati makan malam, mengobrol, sambil Ferldy merekam dan yang akan dibuat sebuah mini video katanya. Haha. Yang jelas makan malam itu sangat memuaskan dan itu juga diakui oleh Ferldy yang porsi makannya biasanya paling banyak.

Super Team! ๐Ÿ˜Ž

A post shared by Ahmad Banyu Rachman (@banyurachman95) on

Aku harap pertemuan ini akan kembali terulang. Bersama mereka lah aku berada di keliling orang-orang yang hebat di bidangnya walau dengan segala keterbatasan diri masing-masing. Terima kasih untuk Teti yang misterius, susah dihubungi dan suka memberi harapan pada banyak laki-laki, hehe. Untuk Ferldy si artis yang suka bolak-balik keluar kota bertemu dengan artis-artis ternama karena proyeknya dan sering ke Cianjur membangun studio musiknya di sana. Untuk Fidela yang suka kucing, baperan dan ingin cepat dinikahi seusai wisuda. Untuk Eagan yang suka bicara kasar, kerjaannya menggambar anime khusus dewasa. Dan juga Hisyam si tukang desain yang nempel terus sama Gina-nya.

Terima kasih karena telah menginspirasi. Mari terus berkarya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s