Operasi (Lagi)?

Untuk kita yang takut dengan hal yang berbau medis, bagaimana ketika mengetahui jika kita harus dioperasi? Wah, tentu rasanya dag dig dug. Tentu pilihan meminum obat akan jadi pilihan terdepan. Tapi itu tak akan berguna jika operasi adalah jalan terakhir. Kejadian itu aku alami pada Selasa (13/12) lalu.

Ceritanya ada sesuatu di mata kanan yang orang awam sebut bintit. Aku pikir itu adalah penyakit kecil yang akan hilang sendiri atau sekedar dibilas dengan air hangat. Namun salah. Bintit itu menjadi kebal obat sekalipun dan terus berada di sana (mungkin selamanya? haha). Harus operasi! Waduh. Aku lalu membaca beberapa cerita dari blog orang lain tentang operasi serupa (dan mungkin Anda juga membaca tulisan ini berkat googling karena mengalami masalah yang sama hingga sampai pada tulisan ini).

Awalnya takut. Tentu takut akan rasa sakitnya karena kulit dalam kita akan disayat. Wih ngeri. Ini adalah operasi daerah mata kanan setelah 17 tahun lalu ketika sebelum TK. Tapi dipikir jika tak lakukan operasi ini maka bintit itu akan selalu ada. Sebenarnya tidak bahaya memang. Namun itu merusak penampilan dan ternyata pandangan pun menjadi buram karenanya. Jika mata kiri ditutup dan tanpa mengenakan kacamata, pandangan seperti diberi filter blur di aplikasi pengolah gambar. Wah, memang jalan satu-satunya adalah operasi.

Singkatnya aku tiba di Poliklinik Mata RSUD Sumedang. Waktu itu memang pagi-pagi karena antrean di rumah sakit terbesar di Sumedang ini sangat parah. Duduk menunggu pegawai rumah sakit datang pun sudah lemas. Hingga akhirnya namaku dipanggil, jantung berbebar dengan kencang. Aduh. Tidak tidak.

Saat itu ditemani oleh mamah. Aku pun berbaring di kasur yang lengkap dengan lampu operasi di atasnya. Memang ini bukan operasi bedah yang besar. Tapi… Ngeri. Belum apa-apa napas sudah berat. Orang yang akan melakukan operasi ini beberapa kali menenangkan. Dan jreng jreng jreng… permainan dimulai!

SAKIIIIIIIIIITTTTT!!!!!!!

Pertama mataku diberi obat tetes mata guna untuk membuat kebal dari rasa sakit. Cukup perih, namun tak lama. Cukup tenang karena obat tetes mata itu gunanya untuk membuat kebal atau setidaknya mengurangi rasa sakit. Setelah itu lampu dinyalakan, wah silau. Mataku diminta untuk melihat ke atas, dan dipasangi sebuah alat yang bentuknya tidak terlalu jelas terlihat karena silau. Alat tersebut ternyata untuk menjepit kelopak bawah mata agar bagian dalam dapat mencuat keluar. Rasanya sakit, mantap.

Dan permainan inti dimulai. Bagian bintit itu mulai disayat! Waaww!! Sakit!!! Mana obat mata tadi yang buat kebal!!! Aku mulai mengeluh sakit. Mamah kabur dari tempat duduknya karena tak tega. Rasanya seperti ditusuk, lalu diputar-putar. Wajar karena tujuannya ingin mengeluarkan nanah yang ada di dalamnya. Setelah beres, mataku dibersihkan karena darah dan nanah yang keluar dari dalam kelopak bawah tersebut.

Kukira sudah beres dua-duanya (karena ada dua bintitnya), eh ternyata itu baru satu. Yap, sekali lagi! Walaaah. Akhirnya pasrah kembali walau yang kedua ini lebih kecil dan rasa sakitnya tak sesadis yang pertama. Setelah itu benar-benar selesai. Wah lega. Haha. Mataku diperban agar tak terkena debu karena bagian kulit dalam sedang terbuka akibat luka sayat tadi.

Tapi, para pembaca yang sampai pada tulisan ini karena mempunyai masalah yang sama, tenang tak usah diambil pusing rasa sakitnya. Sebab, setelah mata diperban sudah tak terasa apa-apa lagi. Yang aku takut adalah rasa sakitnya akan terus-terusan setelah operasi seharian. Namun salah. Rasa sakitnya hanya saat dioperasi saja. Setelahnya tak ada rasa sakit berarti. Mungkin hanya rasa perih sedikit ketika memejamkan mata dengan kencang dan itu adalah hal yang wajar.

Rasa sakitnya hanya berkisar 10 menit, kok (10 menit yang sangat menyiksa). Tapi setelahnya akan menjadi lega. Bekas dari bintit tak langsung hilang. Apalagi jika sudah lama, bentuk kantung mata masih tetap sedikit besar karena sudah lama terbentuk seperti itu. Namun yang pasti nanah di dalamnya sudah hilang dan tinggal menunggu beberapa hari agar kantung mata menjadi normal kembali.

Dan mulai sekarang harus lebih hati-hati dengan kebersihan mata. Karena jika sudah seperti ini lagi akan menjadi hal yang cukup serius karena harus menghadapi pisau operasi, hihi. Semoga ini yang terakhir. Aamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s