Kisah Gemastik Hari ke-4 (Terakhir): Tahun yang Mengejutkan!

Tidak ada yang spesial dari pagi hingga sore hari. Kami bertiga kelelahan akibat kemarin setelah berpetualang dan tersesat di kebun raya sambil diguyur hujan. Kami menghabiskan banyak waktu untuk istirahat, mengisi energi untuk nanti malam karena kami juga akan pulang ke Bandung malam itu juga.

Malam pengumuman pemenang kali ini dilaksanakan di Gedung Sabha Widya yang berlokasi di Wisma Makara UI, tepat di sebelah Asrama UI. Jadi tidak usah naik bus untuk ke tempat penutupan Gemastik tahun ini. Cukup dengan berjalan kaki pada jalan yang telah ditunjuk panitia untuk sampai ke lokasi. Gedung ini seperti balai pertemuan. Ya memang ekspektasi pertama penutupan malam ini akan diadakan di Balairung sebagaimana tahun lalu diadakan di Grha Sabha Pramana.

img_20161029_220928_hdr

UI juara umum Gemastik 9.

Acara malam ini terlambat hingga satu jam. Ditambah dengan sambutan dari pihak kementerian yang menghabiskan waktu 20 menit, terlalu lama. Acara inti pun baru dimulai pukul 21.00 WIB. Wow sudah sangat malam sekali. Belum lagi video yang diputar memiliki durasi sangat panjang. Peserta harus menunggu cukup lama untuk mendengarkan pengumuman pemenang di Gemastik tahun ini.

Cara pengumumannya pun tidak semegah yang diperkirakan. Jika tahun lalu per kategori diumumkan dengan cara yang megah dan diiringi musik yang membuat jantung berdebar, kali ini hanya seperti membacakan isi dari surat yang itu pun dibacakan tiga kategori sekaligus. Hal ini membuat tim yang juara dari beberapa kategori harus menumpuk di depan. Dan yang lebih lucu lagi adalah tersedinya medali yang hanya satu buah untuk tiap juara per kategori. Jadi medali yang seharusnya diberikan pada setiap anggota tim hanyalah satu buah dan diberikan pada ketua tim.

Namun di samping itu beberapa kejutan terjadi di malam penutupan ini. Salah satunya adalah Politeknik Negeri Batam yang tak mendapatkan satu pun medali di kategori Animasi. Ini cukup mengagetkan karena Polibatam dikenal sebagai penguasa kategori ini di dua Gemastik ke belakang. Juga untuk tahun sekarang pun Polibatam mengutus empat tim di final animasi. Dan pendatang baru, yaitu STMIK Teknokrat langsung melejit mendapatkan medali emas yang mana Politeknik Caltex Riau sang juara bertahan harus puas dengan medali perunggu tahun ini.

Juara umum tahun ini adalah UI. Bukan hal yang mengagetkan juga. Namun yang menjadi sorotan adalah juara umum tahun lalu, ITB yang pada tahun ini tidak mendapatkan medali emas satu pun! Wow! Aku pun heran. Ada apa dengan ITB? Dan ada apa pula dengan UI yang mendapatkan 5 medali emas dalam satu ajang. Setengah dari kategori dimenangkan oleh UI. Tapi ya sudahlah. Walau ada hal yang cukup mengganjal di perhelatan tahun ini.

Kami pulang ke Bandung malam itu juga. Sebelumnya kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama kampus-kampus lain, terutama kawan lamaku, dari Politeknik Caltex Riau. Aku juga sempat menghampiri Soko dan Anthony yang mendapatkan medali emas di kategori pemrograman. Kami sempat mengobrol sebentar dan berfoto bersama. Karena aku tak tahu apakah kami akan bertemu lagi, mengingat mungkin ini adalah Gemastik terakhirku sebagai mahasiswa.

img_20161029_223242

Sebelum pulang.

Tapi aku berterima kasih pada Gemastik yang telah membukakan mata akan persaingan yang nyata dan memberiku kesempatan untuk bertemu orang-orang hebat di bidangnya. Dan terus semangat untuk adik-adik penerus perjuangan kampus UPI di ajang Gemastik. Semoga kelak mereka akan kembali rebut medali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s