Kisah Gemastik 9 Hari ke-2 (1/2): Balairung!

Selamat Hari Blogger Nasional! Sebenarnya baru tahu semenjak membuka Twitter tadi siang jika sekarang adalah hari blogger. Dan baru tahu juga ada hari untuk memperingati blogger. Terdengar lucu memang. Tapi itu cukup untuk menambah semangat menulis cerita tentang perjalanan Gemastik 9 kali ini.

Masih menulis dari Asrama UI, hari ini memiliki beberapa cerita menarik. Maaf jika dalam tulisan tentang Gemastik dari kemarin hingga beberapa hari ke depan banyak terdapat tulisan yang membandingkan Gemastik tahun ini dan sebelumnya. Kelebihan dan kekurangan akan dituliskan dan tidak berat pada salah satu penyelanggaraan oleh kampus yang berbeda.

img_20161027_073859_hdr

Perwakilan kampus tiba di Balairung.

Lanjut dari penginapan yang ‘turun kasta’ dari hotel bintang tiga menjadi asrama tanpa kipas angin, sarapan peserta pun ‘hanya’ nasi Padang dengan menu utama telur. Tentu sangat kontras dengan Gemastik sebelumnya yang mana sarapan adalah waktu makan paling ‘mewah’ karena kami dapat memilih sendiri makanan untuk sarapan dengan pilihan yang beragam dari mulai makanan daerah, nasional hingga makanan bergaya barat. Jumlahnya pun tidak terbatas. Aku mengambil tiga sosis dan dua potong ayam goreng saat sarapan tahun lalu.

Untuk tranportasi menuju lokasi kegiatan menggunakan bus yang ukurannya sama seperti tahun lalu. Namun sebenarnya jika tak ada bus itu pun, kami dapat menuju Balairung dengan menaiki Bus Kuning atau yang sering disebut Bikun dari asrama. Tapi ya mungkin agar tidak tercampur dengan mahasiswa lain atau agar rombongan peserta lebih mudah diatur oleh panitia. Tapi tetap saja alasannya tidak sekrusial tahun lalu yang mana akomodasi transportasi mengantarkan peserta dari hotel ke kampus UGM. Jika tidak disediakan, maka peserta harus naik taksi karena untuk berjalan kaki membutuhkan waktu dan tenaga yang ekstra.

img_20161027_074932_hdr

Langit-langit Balairung.

Kami tiba di Balairung lebih cepat dari kampus yang mendatangkan lebih dari satu tim. Di sana Luthfi harus mengikuti arahan dari panitia untuk upacara defile mewakili UPI. Sedangkan aku menemani Fadhil yang harus mengerjakan UTS Struktur Data di dalam Balairung. Ternyata Balairung tidak sebesar yang aku bayangkan dan aku lihat di foto. Namun konstruksi bangunannya lebih keren dari yang ada di pikiran. Konstruksi langit-langit Balairung terlihat sangat kokoh dan modern. Bahkan karena warnanya yang kuning, sekilas terlihat seperti stadion Borussia Dortmund.

Sebelum pembukaan dimulai dan Lutfhi sempat kembali bergabung bersama, kami menyempatkan berfoto di photoboot sekaligus pengambilan foto kontingen oleh panitia. Saat hendak masuk ke dalam datanglah Kang Faisal, alumni dari angkatan 2009 yang kini sedang menempuh studi S2 di Fakultas Ilmu Komputer UI. Kang Faisal yang dulunya juga Wakil Presiden KEMAKOM adalah pemenang medali emas untuk kategori LKTI di Gemastik 5 ITB Bandung. Di sana kami banyak berbincang tentang Gemastik, kampus dan perkuliahan yang ada di UI.

img_20161027_090218_hdr

Bersama Kang Faisal.

img_20161027_102138_hdr

Pembukaan Gemastik 9.

Pembukaan sendiri sebenarnya sama meriahnya dengan tahun lalu. Walau dari dekorasi panggung untuk tahun lalu lebih mewah karena seluruh papan belakang panggung ditutup dengan nuansa Gemastik, termasuk beberapa dekorasi 3D yang membuat panggung lebih hidup. Untuk tahun sekarang lebih sederhana, hanya memasang spanduk besar di papan belakang panggung Balairung. Namun video-video bumper jauh lebih bagus dari tahun lalu. Pemukulang Gong untuk meresmikan Gemastik pun menggunakan gong virtual yang sangat cocok untuk sebuah acara teknologi informasi. Terlebih upacara defile yang menyebutkan satu per satu kampus yang berada di final Gemastik dibuat sangat megah. Dan yang paling telak adalah adanya kamera siaran langsung selama pembukaan. Jadi kami yang duduk di baris kedua dari belakang pun dapat melihat dengan jelas acara yang ada di depan dari dua layar yang berada di atas. Di sini Gemastik 9 menang telak untuk urusan pembukaan. Walau keluhan kemarin masih sama: Panitia menggunakan baju tak seragam.

img_20161027_113807_hdr

Bersama dengan Anthony (berbaju merah) dan Soko (berbaju batik), kawan sekamar hotel di Gemastik 8 UGM Yogyakarta.

Setelah pembukaan selesai, aku melihat Soko dan Anthony dari UI yang duduk di depan kami beberapa baris. Aku langsung mengunjungi mereka dan mengajak bersalaman. Kami mengobrol tentang persiapan di Gemastik tahun ini. Soko terlihat lebih ramping dengan rambut yang telah dipotong sedangkan Anthony terlihat lebih berisi yang bahkan sempat membuat ragu bahwa itu adalah Anthony. Kami menyempatkan untuk berfoto sebagai kenang-kenangan. Maklum, selama tiga malam kami berbagi kamar hotel di Yogyakarta. Jadi cukup senang dapat bertemu mereka kembali di kampusnya. Mereka baru saja pulang magang dari Google. Anthony di Google Sydney sedangkan Soko di Google Mountain View, California. Dan aku yakin kali ini mereka akan merebut medali emas kembali seperti di Gemastik 7 yang sempat direbut ITB pada Gemastik 8 dan memaksa mereka hanya meraih medali perak dalam kategori Pemrograman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s