Kisah Gemastik 9 Hari ke-1: Kerak Telor Setu Babakan dan Malam Reuni

Hari ini registrasi Gemastik 9 dimulai seharian di Asrama Kampus Universitas Indonesia, Depok. Aku berkesempatan untuk menemani tim Isolanimation yang lolos final kategori animasi. Kami berangkat pukul 11.00 WIB dari GIK dengan menaiki mobil yang dikemudikan oleh Pak Herbert, pembimbing pengganti karena Pak Yaya sedang berada di ICSITech Balikpapan. Perjalanan cukup lancar dan kami sempat beristirahat untuk makan di rest area KM 88.

img_20161026_145924_hdr

ISOLAnimation registrasi ulang.

Kami tiba di Depok pukul 14.00 WIB. Mengelilingi kampus UI yang sangat luas. Hingga akhirnya kami menuju asrama untuk registrasi. Ada suasana yang aneh memang ketika sesampainya di sana. Jika dibandingkan Gemastik 8, kesan pertama saat tiba di tempat registrasi terkesan biasa. Jika tahun lalu seluruh peserta menumpuk di Grha Sabha Pramana dengan mengenakan jas almamater yang membuat kesan kompetisi yang panas, kali ini sangat sepi karena alokasi waktu yang dibbut seharian. Memang membuat peserta lebih leluasa datang ke UI, tapi kesan kompetisi dari awal tiba di lokasi menjadi hilang. Dan juga jika tahun lalu di meja registrasi dibuat kelas-kelas per kategori dengan papan informasi di depannya yang membuat terkesan lebih menarik, kali ini meja registrasi biasa saja. Panitia pun mengenakan baju bebas, hanya tanda pengenal yang menunjukkan dia adalah panitia. Tentu saja ini sangat disayangkan.

img_20161026_143103_hdr

Tiba di Universitas Indonesia.

Untuk masalah penginapan sudah tentu beda dari tahun lalu. Jika di Gemastik 8 peserta diberi kamar hotel bintang tiga, kali ini peserta diberi tempat untuk menginap di asrama yang bahkan sebelumnya tidak akan disediakan. Cuaca Depok yang panas membuat kami kegerahan di dalam asrama yang tidak ada kipas angin. Tapi ini masih lebih baik jika akomodasi penginapan tidak disediakan oleh panitia.

Sore hari kami diajak untuk berkeliling sebentar oleh Pak Herbert. Kami mengunjungi Kampung Betawi tepatnya ke Setu Babakan yang juga tidak jauh dari wilayah masa kecil Pak Herbert. Di sana kami membeli kerak telor yang menjadi masakan khas betawi. Itu pertama kali memakan kerak telor asli betawi. Cukup lama kami di sana. Mengobrol sana sini hingga langit menjadi gelap dan pantulan lampu kota terpantul di Setu Babakan. Ternyata ada tempat seindah itu di Jakarta.

Kami kembali ke asrama. Mengobrol beberapa saat sebelum Pak Herbert kembali ke Bandung. Kami mendapatkan kamar di lantai empat. Dan ternyata cukup jauh dari pintu utama asrama untuk menuju gedung asrama kami. Tiba-tiba terdengar suara ketukan sambil memanggil namaku. Wah, anak Riau!

img_20161026_172128_hdr

Jalan di tepi Setu Babakan.

Yap, malam ini menjadi malam reuni bagi aku, Fadly dan Fadlul. Kami adalah peserta di Gemastik 8 yang saling dekat. Kamar kami bersebalahan. Dan kami bersama-sama dari mulai rapat teknis hingga pameran di Grha Sabha Pramana UGM. Kami saling membantu hingga akhirnya kami naik podium bersama-sama. Mereka membawakanku oleh-oleh dari Riau. Namanya Lempuk Durian, semacam dodol dari durian tapi berukuran besar. Di sana kami mengobrol sambil mengingat kenangan Gemastik di Yogyakarta. Sayangnya teman kami dari Universitas Halu Oleo tidak hadir di Gemastik kali ini.

Besok adalah pembukaan Gemastik di Balairung. Sedangkan animasi sendiri akan dimulai hari Jumat. Semoga saja tim dari UPI dapat kembali membawa medali untuk kampus yang belum lama ini merayakan hari jadinya yang ke-62. Aamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s