Menanti Milan Muda

AC Milan adalah klub yang diisi pemain bintang senior seperti Maldini, Pirlo, Gatusso, dll. Dan tentunya Milan masih menjadi salah satu tim terkuat di dunia pada saat itu termasuk telah menjadi juara Liga Champions sebanyak 7 kali, terbanyak ke-dua setelah Real Madrid.

Namun waktu berjalan. Ada suatu waktu di mana pemain senior itu seluruhnya pensiun secara bersamaan. Milan yang dulu sempat dijuluki ‘panti jompo’ kini kehilangan pemain seniornya. Milan berubah. Jangankan juara Liga Champions, di Liga Itali pun mereka sulit menembus 3 besar yang mengakibatkan beberapa tahun kebelakang mereka tidak bisa ikut dalam kompetisi terbesar di Eropa tersebut.

Perubahan terus dilakukan. Milan seolah tak punya pemain bintang. Milan bukanlah klub besar seperti dulu. Dalam iklan jersey terbaru pun orang-orang belum tentu mengenal siapa yang menjadi modelnya. Namun fans sejati pasti tetap mengikuti perjalan AC Milan seburuk apapun.

Asa mulai muncul tahun ini. Pemain-pemain muda mulai menunjukkan penampilan terbaiknya. Milan yang dulu diisi pemain tua kini menjadi tim dengan rata-rata usia termuda di Liga Italia. Wow. Ini benar AC Milan? Yap, itulah sebuah perubahan yang kadang pahit.

Tapi siapa sangka penampilan mereka terus naik. Dan mungkin pertandingan melawan Juventus semalam adalah bukti dari sebuah kesabaran proses perubahan. Milan yang dinilai tak mempunyai bintang berhasil mengalahkan Juventus yang kali ini menjadi tim dari Itali yang penuh bintang. Apalagi penjualan Paul Pogba ke Manchester United yang menjadikannya pemain termahal dunia.

Jika Anda penggemar Milan atau melihat cuplikan pertandingan malam tadi, tentu Anda akan terhenyak. Yap, pencetak gol kemenangan dari AC Milan adalah Locatelli yang baru berusia 18 tahun. Dan di akhir laga terdapat penyelamatan yang sangat gemilang sehingga Juventus tak dapat menyamakan kedudukan. Penyelamatan gawang Milan adalah Donnarumma, seorang anak muda berusia 17 tahun! Dan keduanya adalah pemain sepak bola asli akademi Milan. Sungguh menakjubkan.

news-milan-juve

Sumber: acmilan.com

Perubahan Milan dari klub yang diisi pemain senior berkelas lalu menghilang tak menyisakan pemain bintang memang cukup pahit. Tapi setelah beberapa tahun lihatlah hasilnya. Kini Milan mempunyai skuad anak muda yang sudah mulai solid. Dan tidak mungkin mereka akan bersama terus hingga 5, 10 atau 15 tahun kemudian. Dan di saat itulah AC Milan kembali menjadi tim yang besar. Dan tidak mustahil juga AC Milan di masa yang akan datang dapat menjadi Barcelona yang sudah membangun tim dari mulai akademi sepak bola miliknya, La Masia.

AC Milan. Sebuah kisah raksasa yang mati. Namun kini siap untuk terlahir kembali menjadi raksasa di masa yang akan datang.

Perubahan memang pahit. Tapi percayalah perubahan adalah sesuatu yang indah kelak.

#ForzaMilan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s