Terlalu Peduli (?)

Beberapa waktu ke belakang sedang asyik menikmati video yang membahas konspirasi dirahasiakannya bahwa bumi itu datar. Tapi ada sesuatu yang menarik dari video tersebut. Beberapa kali sang pembuat video menekankan bahwa kita semua harus peduli. Para elit global dapat makin merajai dunia ini karena terlalu banyak orang yang tidak peduli. Yap tidak peduli. Kadang aku berpikir ada orang yang rela membuat video semacam itu sendirian namun mendapat makian dan lebih banyak orang yang tidak peduli. Rasanya tentu pahit. Itu yang kualamai beberapa kali. Dan hari ini benar-benar sadar bahwa mungkin selama ini aku ‘terlalu peduli’.

Apa itu terlalu peduli? Ya sama seperti pembuat video flat earth. Mendedikasikan diri namun respon dari apa yang ia pedulikan sangat berbalik. Aku mungkin terlalu peduli kepada sebuah grup apapun itu. Mendedikasikan diri seloyal mungkin dan secinta mungkin, sepeduli mungkin. Tapi kadang hal itu menjadi timbal balik yang kurang bahkan tidak menyenangkan. Dianggap aneh dan pantas untuk dikucilkan.

Terlalu peduli terhadap organisasi dari hal kulturnya, ingin merubahnya lebih baik dari segala hal yang mungkin terlihat. Bahkan rela menjadi pimpinan yang menyita waktu dan membebani pikiran hanya untuk dapat merubah hal-hal kecil dan mendasar. Timbal baliknya? Tak didengar bahkan mungkin menjadi perbincangan di belakang. Dianggap aneh dan dijauhi karena ditempel oleh kesan yang kurang baik sudah menjadi makanan. Terlalu peduli kadang merasa rugi. Rugi semuanya. Waktu, tenaga dan pikiran. Di saat harus bergegas melewatkan beberapa aktivitas untuk sekedar hadir rapat, yang lain masih ada yang dengan santainya baru berangkat sedangkan yang lain sudah duduk menunggu. It’s not fair. Dan itu sungguh menyakitkan.

Terlalu peduli dengan kemajuan generasi penerus, mahasiswa baru. Melakukan berbagai cara untuk menyadarkan mereka tentang apa yang telah aku alami tentang dunia luar, yang mendengar hanya beberapa. Dan bodohnya walau sudah seperti itu dan sempat ‘pura-pura tidak peduli’ tetap saja selalu tertarik untuk berkomentar hanya sekedar untuk meluruskan hal-hal tertentu walau itu pun dianggap sesuatu yan menyebalkan oleh mereka.

Terlalu peduli terhadap suatu kelompok. Kelompok yang selalu dibanggakan namun ternyata bisa asyik sendiri tanpa aku sendiri walau aku berada tak jauh dari sana. Sesuatu yang selalu dijagokan ternyata tidak begitu peduli dengan kehadiranku. Bahkan terkesan aku berada di luar lingkaran ketika aku sendirian bekerja di luar ranah yang sama dengan mereka.

Terlalu peduli terhadap apa yang tidak mempedulikan kepedulian kita itu menyakitkan. Hanya orang-orang terkasih lah yang benar-benar dengan kehidupan kita. Yang lain abu-abu. Hanya orang-orang terkasih lah yang peduli dengan kita tanpa ada kepentingan pribadi yang menyangkut. Dunia tak seindah yang diceritakan. Banyak sesuatu yang semu. Maka dari itu jagalah sesuatu yang benar-benar ada untuk kita. Orang-orang terkasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s