Terimakasih, KKN UPI!

IMG_9501

The Team.

KKN memang sudah beberapa hari terlewat. Baru bisa aku tulis hari ini untuk menceritakan detik-detik kuliah yang paling memakan banyak waktu dan tenaga tersebut. Walaupun begitu, KKN memang memiliki kisah tersendiri untuk diceritakan sebagai sesuatu yang menarik. Bertemu dengan sebelas orang yang belum dekat sebelumnya, menjalankan program kerja bersama, dan tinggal satu atap rumah memang menjadi salah satu pengalaman terbaik semasa kuliah.

Sebenarnya perlu diakui bahwa kedekatan kami ke pada warga Cimalaka khususnya di Lembur Gedong tidak cukup memuaskan. Entah karena banyaknya program kerja atau kami yang memang asyik sendiri membuat rasanya masyarakat di sekitar kurang memiliki pada kami. Beda ceritanya dengan anak-anak yang selalu berinteraksi dengan kami di TPA yang bahkan sering mengunjungi posko untuk latihan menari atau sekedar bertemu dengan kami.

Acara perpisahan pun aku cukup pesimis dengan melihat persiapan dan faktor x lainnya selama KKN di Cimalaka ini. Akhirnya kami membuatnya seringan mungkin. Dekorasi pun kami buat sendiri dari bahan-bahan yang jika dibandingkan dengan posko lain taka da apa-apanya. Pengeras suara pun hanya meminjam dari Balai RW 07, tempat posko kami berada. Tak ada acara dangdutan, hanya penampilan anak-anak yang beberapa hari ke belakang cukup minim.

Namun semua itu ternyata berbalik. Acara yang kami pikir akan sepi penampilan justru menjadi banyak bahkan kami harus mengatur jadwal dan waktu. Dari PAUD Mentari mengirimkan empat penampilan yang sangat lucu dan menghibut penonton. Dan ternyata yang hadir pun cukup banyak terutama yang ingin menonton anaknya tampil di depan umum. Yang paling menarik perhatian adalah ketika penampilan break dance oleh Ali, Zidan dan Valen yang sangat kocak.

Bahkan dari anak-anak silat yang tadinya tidak ada kabar untuk tampil datang lengkap dengan seragamnya. Akhirnya penampilan mereka digabung dengan penampilan karate dari Anda yang diakhiri dengan membelah batu bata. Aku yang menjadi operator pun memutar lagu Liquid State dari Muse untuk mengiringi penampilan mereka. Keren!

Dan penutupan itu cukup memuaskan kami yang tak berpikirakan berakhir seperti itu. Ditambah dengan perangkat desa dan ketua posdaya yang hadir dalam acara kami hingga selesai bahkan hingga berfoto bersama. Air mata pun tak sedikit keluar dari kami terutama perempuan. Maklum, perpisahan memang selalu menjadi sesuatu yang menyedihkan.

IMG_9322

Surat dari Kinanti Banyu.

Oh iya, sebelum pulang aku diberi surat oleh Kinanti Banyu yang sangat menyentuh. Suratnya sangat sederhana tapi sagat berarti untukku. Anak perempuan itu memang mencuri perhatian karena memiliki nama yang cukup asing di telinga ini. Ditambah aku juga diberikan bunga olehnya dan oleh Dini, anak yang paling suka untuk mencari perhatian. Mereka masih kelas 3 SD. Semoga mereka tumbuh menjadi perempuan-perempuan hebat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s