Masih di Cimalaka

IMG_8185 (FILEminimizer)

Foto bersama Valen dan Ali.

Akhirnya ada waktu untuk menulis. Sekitar pukul 23.30 WIB tadi aku keluar posko untuk mencari sebotol air mineral karena air gallon di posko habis. Dalih-dalih mencari warung terdekat malah mengharuskan untuk berjalan sampai jalan utama yang jaraknya cukup melelahkan juga. Sebenarnya lebih mudah jika menggunakan motor. Namun karena motor sudah dimasukan dalam posko terasa lebih malas untuk mengeluarkannya lagi dari pada melanjutkan perjalanan mencari warung yang masih buka. Hingga akhirnya ada satu warung yang sangat kebetulan pada saat itu sudah mau ditutup. Aku memanggil orang tersebut ketika pintu warung sudah ditutup setengah namun akhirnya masih bisa melayani pembelian semalam itu. Wah selamat.

Setelah sampai posko aku langsung memasukan botol tersebut ke dalam dispenser untuk dipanaskan. Lalu beranjak pada tugasku mala mini: mencuci piring. Yap, hari ini aku mendapat piket bagian masak bersama Kiki, Astrid dan Niken. Dan sudah dipastikan aku menjadi penyuci piring karena tidak ambil bagian dalam proses memasak. Malam-malam begini? Iya, karena sebelumnya ada kunjungan dari Pak RW yang mampir di posko hingga larut malam dan bercerita banyak tentang kisah hidupnya.

Oh iya, sebelumya bahkan ada Bu Dian. Dia adalah guru PAUD yang sehari sebelumnya meminta bantuan kami untuk mengajar di PAUD-nya karena sedang ada ujian di Unsap. Saat Bu Dian tiba aku sedang berada di kamar dan menyangka Bu Katiah, dosen yang bertanggung jawab atas Posdaya KKN UPI 2016 datang ke posko karena sedang berada di Kecamatan Cimalaka. Ternyata Bu Dian yang berusaha mencari posko kami. Bu Dian sangat berterima kasih pada kami yang pada saat itu membantunya. Bahkan ibu membawakan bolu yang dibuatnya sendiri dari pisang yang waktu itu sempat disuguhkan untuk kami. Kisah inspiratif Ibu Dian ini mungkin akan diceritakan pada tulisan yang akan datang. Insya Allah.

Yang jelas kegiatan kami dari dua hari kemarin (21/07) adalah mendatangkan BPLH ke hadapan para ketua RT dan RW di Desa Cimalaka yang sekaligus masuk dalam acara pelatihan untuk perangkat desa. Selain itu pada pagi harinya yang telah diceritakan di atas, sebagian dari kami mengajar ke PAUD Mentari, PAUD yang didirikan oleh Bu Dian sekaligus menjadikan sebagian rumahnya untuk gedung PAUD tersebut. Ternyata mengajar PAUD tidak semudah yang dibayangkan. Menghadapi tingkah anak kecil yang hiperaktif membutuhkan pengalaman yang sangat matang dibandingkan dengan teori bangku kuliah.

Dan tadi siang (22/07) kami mengajar di TPA Ihya Ulumuddin bertemu dengan sebagian besar anak-anak yang pada saat itu ikut di Pesantren Kilat saat Ramadhan. Namun kali ini kami mengajar bahasa Inggris dengan menampilkan film animasi interaktif. Dan nampaknya mereka cukup senang dengan media yang kami bawa.

Dan sebenarnya masih cukup banyak beberapa momen yang harusnya dapat diabadikan ada tulisan ini. Seperti Ulang tahun Lukis, kejutan dari Nana untuk Lukis, futsal kecamatan yang mempertemukan aku dengan Qori, Ica dan Rona hingga acara nge-bakso kami tadi sore seusai dari TPA. Tapi semoga saja semuanya memiliki manfaat atau kesan dalam perjalanan hidup ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s