Pilih Lokasi KKN UPI? Kilat!

Capture

Alhamdulillah.

Kesadisan saat memilih tempat KKN Tematik UPI di web LPPM UPI memang terbukti. Kemarin (12/05) pukul 16.00 WIB adalah yang dijanjikan sebagai waktu pembukaan form pemilihan tempat KKN. Tentu saja semua mahasiswa memiliki keinginan di tempat tertentu entah karena dekat dengan rumah, cuacanya yang sejuk atau sekadar ingin berpetualang di tempat baru. Namun semua itu harus diperebutkan bukan di menit-menit pertama, tapi di detik-detik pertama!

Ada aku, Tia, Anshar dan Yudi yang sedang berada di lab multimedia kemarin siang. Kami sudah stand by dengan web sambil melihat akun twitter KKN Tematik UPI hingga akhirnya pukul 16.00 WIB tepat tombol booking belum juga muncul. Namun setengah menit kemudian tombol tersebut muncul, semua tiba-tiba menjadi panic sampai teriakan dari lab umum pun terdengar. Wah.

gbfdgdfhdnhgf

Lokasi KKN menuju rumah.

Hanya 10 detik! Yap, hanya 10 detik dari tombol tersebut muncul lalu aku langsung memilih tema POSDAYA, Kabupaten Sumedang dan terakhir adalah kecamatan Cimalaka. Setelah itu muncul seluruh desa yang menjadi lokasi KKN. Tanpa berpikir panjang, aku langsung booking Desa Cimalaka yang sudah menjadi target dari sebelumnya. Hingga akhirnya muncul tulisan selamat dan informasi bahwa sudah 4 orang yang memilih tempat tersebut. Saat di­-refresh kuota pun telah penuh 10 orang. Dan itu belum 1 menit dari pembukaan web!

GIK pun sempat agak ricuh. Grup LINE mendadak menjadi sibuk. Facebook langsung penuh dengan pemberitahuan. Ternyata banyak juga yang kecewa dengan hasilnya. Banyak yang akhirnya sampai terlempar ke Indramayu atau Pangandaran. Termasuk Ali yang tidak mendapatkan tempat di dekat Bandung dan harus melaksanakan KKN di Indramayu Juni mendatang.

Setelah itu banyak berita menyebar bahwa tadi hanyalah sebuah simulasi. Kabar itu ternyata menyebar begitu cepat terlihat dari pembicaraan yang ada di LINE dan Facebook. Memang zaman sekarang informasi sangat cepat untuk menyebar. Aku pun bertanya pada akun @KKN_Tematik_UPI tentang kebenaran isu tersebut. Tak lama kemudian akun tersebut nge-tweet bahwa berita tersebut adalah HOAX.

Media sosial pun sibuk dari sore hingga malam mencari teman sekelompok di KKN mendatang. Dan siapa sangka aku sekelompok dengan Lukis, teman dari Seni Rupa yang kini juga menjabat sebagai ketua Studio 229. Dan juga satu kelompok dengan Kimkim, mahasiswa asal Sumedang yang sempat menjadi panitia CDS 2014 lalu.

Wah, semoga kelompok Desa Cimalaka memang klop dari segi kekompakan untuk menjalankan program pengabdian Juni mendatang. Semoga semua berjalan dengan baik. Aamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s