Workshop Gemastik Hima Ilmu Komputer Unnes

Jumat (22/4) malam sekitar pukul 19.00 WIB aku berangkat dari kostan menuju took brownies Amanda untuk membeli pesanan Ardilla, teman sekelas yang kini menjadi mahasiswi Hubungan Internasional Undip Semarang. Dia adalah orang yang akan kutemui setelah mengisi workshop Gemastik di Unnes pada hari Sabtu. Dilla, atau yang lebih sering dipanggil Si Mbak memesan brownies kukus sarikaya pandan karena di Semarang tidak ada. Oke, akhirnya aku membeli satu untuknya. Setelah itu adalah momen yang cukup menegangkan karena angkot yang menuju stasiun tidak ada setelah sekian lama kutunggu. Wah, padahal kereta akan berangkat 21.25 WIB. Aku takut macetnya Bandung akan membuat tertinggal kereta jika sampai saat itu pun belum mendapat angkutan. Akhirnya menemukan solusi dengan menaiki angkot jurusan Ciroyom dilanjutkan dengan angkot dari IP ke stasiun. Huh.

Ini pertama kalinya aku naik kereta sendirian. Setelah mencetak tiket dengan kode yang telah diberikan panitia, tak lama aku langsung masuk ke boarding dan menunggu di dalam. Karena aku tahu di stasiun Bandung terdapat pengaman resmi di dalam yang memiliki suara sangat merdu. Dari pada menunggu di luar, toh lebih baik menunggu di boarding. Sampai akhirnya aku dipersilakan untuk menaiki kereta Harina yang ternyata memiliki tujuan akhir stasiun Pasar Turi Surabaya. Dalam perjalanan sangat menyenangkan walaupun bertemu dengan seorang bapak yang akan ke Surabaya yang mengambil jatah kursi kosong di sebelahku. Hihi.

Aku tiba di Semarang sekitar 05.25 WIB, terlambat 15 menit dari perkiraan awal. Doni dan Kusmahendra, panita dari workshop tersebut sudah berada di luar stasiun untuk menjemput. Aku pun bergegas shalat subuh terlebih dahulu di mushala kecil yang ada di dekatku kala itu. Setelah itu aku bertemu dengan Doni, humas yang pertama kali menghubungiku. Setelah keluar stasiun, aku juga bertemu dengan Kusmahendra, ketua pelaksana dengan mengenakan jas Hima Ilkom Unnes. Lalu aku diajak berkeliling Semarang terlebih dahulu menikmati pagi Semarang yang masih sejuk. Dari sana sambil mengobrol aku baru tahu bahwa Doni adalah angkatan 2015, sedangkan Kus adalah angkatan 2014 dan Hima mereka baru saja berganti periode kepengurusan.

Walau baru, bahkan jurusan Ilmu Komputer nya saja baru, tapi bagiku mereka hebat dapat membuat acara dengan berani mengundang pemateri dari luar provinsi untuk sebuah workshop yang katanya hanya terbatas 30 orang. Mungkin KEMAKOM saja butuh berpikir dua kali untuk melakukan hal yang sama. Tapi semangat dari teman-teman di Unnes ini memang harus diacungi jempol.

Pada akhirnya aku sampai di gedung FMIPA Unnes setelah sebelumnya juga diajak berkeliling Unnes yang ternyata lebih luas dibandingkan dengan UPI. Di sana aku juga bertemu denga Safit dan Abi, ketua dan wakil ketua Hima Ilkom baru dari angkatan 2014. Dan juga Bintang, moderator workshop kali ini. Acara pun dibuka oleh ketua jurusan Ilmu Komputer Unnes, Bu Endang. Aku sempat bertemu dengan Bu Endang yang mengucapkan terima kasih telah datang dan harapan untuk menularkan dan membagikan ilmu pada mahasiswa di sana. Dan yang lebih hebatnya lagi adalah ternyata peserta bukan hanya dari Ilmu Komputer, tetapi juga beberapa ada yang datang dari DKV. Dan jujur saja untuk ukuran ini, kegiatan ini sudah di luar ekspektasiku saat berangkat dari Bandung.

Workshop pun dimulai dengan pengenalan diri dan berbagi mengenai pengalamanku di Gemastik. Karena tujuannya adalah memecut semangat mahasiswa dari jurusan yang baru berdiri 3 tahun ini untuk mengikuti perlombaan IT yang dicanangkan oleh Kemenristekdikti ini. Aku menjelaskan banyak hal dari mulai hal-hal lucu menunggu sesi pemotretan ITS sampai hal-hal yang memotivasi peserta. Semoga saja mereka menjadi lebih semangat bukan hanya untuk Gemastik tapi juga untuk kuliah di jurusan yang akan memiliki banyak saingan ini.

Setelah itu aku menjelaskan tentang animasi. Di sana juga aku membongkar file-file yang ada di laptop yang berkaitan dengan Gemastik. Pelatihan pun dilanjutkan dengan pelatihan desain grafis yang sekilat dan menggerakan karakter Catha yang harus dipotong oleh shalat dzuhur. Kami semua shalat di Masjid Baitul Alim yang sering disebut dengan MBA oleh mahasiswa di sana. MBA adalah masjid FMIPA Unnes. Sedangkan untuk masjid utamanya adalah Masjid Ulul Albab yang akhirnya juga disebut dengan MUA. Dan setelah shalat dzuhur dan makan siang, pelatihan pun kembali dengan mulai membuka Adobe Flash.

Di bagian ini aku memberikan asset Chata untuk digerakkan dengan memberikan pertulangan pada Action Script 3.0 yang mungkin tidak cukup familiar bagi sebagian orang. Karena kebanyakan baru menggunakan Flash, maka satu step pun harus diulang beberapa kali. Namun itu adalah hal yang wajar. Karena pengalaman mengajari dosen pun sama halnya seperti itu. Sampai akhirnya aku memberikan teknik yang aku gunakan untuk membuat seolah kamera bergerak atas asset pepohonan yang ada di sana dan ditutup dengan teknik masking.

Setelah pelatihan beres, aku memberikan sedikit pesan untuk mereka terus berkarya. Karena hasil dari pelatihan tidak dapat dilihat hanya dengan semalam, tapi butuh waktu untuk mengulang terus menerus hingga dapat dikatakan sebagai ahli. Dan sebelum pulang, kami sempat berfoto bersama di luar untuk mengabadikan momen yang luar biasa ini.

Semangat terus untuk teman-teman di Unnes. Terima kasih banyak telah mengundang saya ke Semarang untuk berbagi ilmu saya yang sedikit ini. Semoga bermanfaat dan dapat dimanfaatkan. Semoga prestasi dari Ilmu Komputer Unnes akan menanjak seiring dengan semangat mahasiswanya yag juga membara. Aamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s