Kisah Nasi Goreng Kantin FPMIPA UPI

WP_20160302_12_23_04_Pro

Rabu, 2 Maret 2015. Lagi-lagi ada kejadian menarik di kantin FPMIPA UPI hari ini. Sebelumnya, aku dan Arzaaq adalah hanya dua orang yang mengambil mata kuliah machine learning di kampus semester ini. Karena hanya berdua, ada satu kegiatan baru yang kami lakukan sebelum kuliah jam 1 siang, ngopi. Dan sebenarnya bukan hanya untuk menghadapi mata kuliah yang diampu oleh doctor lulusan Universidad de Granada tersebut, hari Senin pun sebelum mata kuliah Manajemen Proyek Perangkat Lunak kami ‘ngopi’ setelah shalat dzuhur.

Beberapa hari ke belakang, kebetulan aku sedang bersama dengan Anshar. Aku dan Anshar memesan kopi terlebih dahulu di kantin FPMIPA dan duduk di meja nomor 5. Setelah menghabiskan minuman kami, datanglah Arzaaq dan Faisal menyusul dan memesan kopi pula sedangkan aku dan Anshar membeli makanan di kantin fotocopy tepat di sebelah kantin utama fakultas. Dan setelah kami kembali, nampaknya suasana menjadi kebingungan saat sepiring nasi goring yang dihidangkan di meja no 5, di mana tadi aku dan Anshar duduk di sana. Nasi goring tersebut disimpan begitu saja oleh sang pelayan. Alhasil, sang pelayan bertanya siapa yang duduk di sini dan tentu saja aku mengelak telah memesan sepiring nasi goring yang cukup mahal untuk ukuran mahasiswa. Dan akhirnya ketahuan bahwa pemesan duduk di dekat dinding di pojok kantin setelah sekian lama nasi goreng tersebut didiamkan di meja no 5. Huh, buat apa meja-meja di sana diberi nomor jika saat pelayan tidak mencatat nomor meja dengan makanan apa yang dipesan.

Dan ternyata hari ini lebih menggelikan lagi. Setelah shalat dzuhur, aku dan Arzaaq menuju kantin. Karena belum makan siang, Arzaaq memesan nasi goreng dengan kopi luwak dingin, sedangkan aku hanya memesan susu cokelat panas. Murah meriah, hanya Rp 3.000,-/cangkir. Mungkin itu yang paling murah di kantin FPMIPA setelah air mineral. Dan ceritanya nasi goreng komplit Arzaaq pun tiba di meja no 10, meja tempat kami duduk.

Tiba-tiba seorang pelayan datang ke meja kami dan mengatakan, “A, ini nasi goreng kambingnya.” Hah? Kami bengong saling pandang keheranan. “Engga mesen, teh. Cuma mesen nasi goreng ini aja”, ujarku sambil menunjuk nasi goreng Arzaaq yang sudah setengahnya habis. “Ih, tadi kan Aa mesen dua kali!”, ujarnya sambil kesal. Lalu aku balas, “Coba cek di bukti pembayaran, teh.” Dan yang membuat kami geli adalah palayan tersebut melototi kami seakan dalam hatinya berkata, “Dih ini anak enggak mau ngaku!” sambil akhirnya kami saling berpandangan kebingungan.

Karena pelayan tersebut tidak mungkin terus berdiri di sana dan tak mungkin pula ikut kami kuliah machine learning bersama Pak Lala, akhirnya pelayan tersebut berbalik badan dan melihat seorang akang-akang duduk sendirian dan terlihat kelaparan. Pelayan tersebut menuju orang tersebut, sambil aku dan Arzaaq memperhatikan, dan…. Diaaarrr!!! Ternyata nasi goreng kambing itu benar saja adalah pesanan si akang tersebut. Tanpa memandang ke arah kami lagi, pelayan tersebut langsung menuju ke dapur. Dan kami? Tentu saja tertawa terbahak-bahak atas kejadian tersebut. Kami pun meninggalkan dapur tanpa tega untuk melihat ke arah wajah tersebut. Hehe.

Sungguh sayang sekali jika pelayanan seperti ini tetap dibiarkan. Hal yang sama juga dirasakan di kantin FPMIPA-B. Semua mahasiswa yang memesan tidak mendapatkan list antrean. Bahkan beberapa kasus sang pedagang tidak melihat wajah pemesan. Hanya mendengarkan pesanan sambil meneruskan pekerjaannya. Hasilnya, pedagang tersebut harus mencari siapa yang memesan makanan tersebut. Dan sungguh rugi jika orang yang datang terakhir namun mendapatkan pesanan lebih cepat dari yang sudah datang terlebih dahulu.

Semoga kejadian ini dapat memperbaiki sistem pelayan serupa. Bukan hanya untuk di kantin FPMIPA UPI, tapi seluruh jenis pelayanan yang kadang tidak memperhatikan customer dalam hal kecil seperti ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s