Rabu Menggebu

IMG20160203153716.jpg

Bersama Dzakiyah dan Jafar.

 

Ada cerita menarik hari ini. Pertama adalah kuliah Kapita Selekta bersama dengan Pak Munir di ruang E-201. Itu pertama kali kami berkuliah di tempat itu. Letaknya sangat dekat dengan secretariat departemen memang, namun jendela untuk masuk cahaya terhalangi oleh tangga gedung yang membuat ruangan menjadi gelap jika saja lampu tidak dinyalakan walau siang hari. Ditambah dengan proyektor yang mengalami gangguan teknis, dengan menggunakan proyektor yang lain pun memaksa posisi kelas harus dirubah menghadap ke belakang karena agar bisa disorot pada tembok yang bersih. Dan sebenarnya ruangan tersebut sangat sempit dibandingkan dengan jumlah kami yang mendapat tambahan dari kelas C2.

Selanjutnya matakuliah Kapita Selekta bersama Pak Lala. Ini pertama kali aku diajar oleh Pak Lala yang dulu sangat terkenal karena sedang studi untuk gelar doctor di Granada, Spanyol. Yang menarik adalah ketika membicarakan masalah KBK, atau akan kemana mahasiswa berfokus pada satu bidang Ilmu Komputer. Di sana pun terjadi dilema. Aku pun bingung Antara Artificial Intelligence (AI) dengan Multimedia. Dan itu pun aku harus membuang harapan untuk mengambil matakuliah Kriptografi semester ini. Dan akhirnya aku memutuskan untuk fokus pada AI karena juga didukung telah mengontrak Rancangan Sistem Digital dan Teknik Simulasi dan Pemodelan untuk matakuliah pilihan. Dan setelah itu pula aku langsung mengontrak matakuliah Machine Learning bersama Arzaaq. Sebenarnya bisa saja ada matakuliah lain yaitu Pengolahan Citra, namun jadwalnya bentrok dengan Teknik Simulasi dan Pemodelan.

Kuliah Machine Learning pun terasa spesial karena hanya dua mahasiswa yang mengontrak semester kali ini. Yap, hanya aku dan Arzaaq yang berkuliah itu pun di ruang dosen bersama Pak Lala. Setelah sebelumnya mendengarkan salah satu mahasiswa yang bimbingan dan kami pun diajak untuk berdiskusi untuk itu, perkuliahan dimulai dengan obrolan santai dan satu tugas khusus. Tugas khusus ini justru yang membuatku bersemangat untuk berkuliah Machine Learning. Untuk saat ini, tugas khusus ini masih dirahasiakan sesuai kesepakatan aku dan Arzaaq.

Dan sorenya, siapa sangka rencana reunion yang selalu gagal menjadi terlaksana secara dadakan. Jafar yang sudah lama ingin berkumpul denganku dan Dzakiyah siang itu ke UPI untuk bertemu dengan Bu Popon beserta aku dan Dzakiyah. Tapi ternyata aku ada kuliah dadakan, dan saat aku selesai Bu Popon pun kuliah. Untung Jafar belum pulang, lalu aku minta dia untuk menuju GIK. Dzakiyah pun aku telepon untuk datang ke Lab Multimedia dan hadir beberapa saat setelah aku dan Jafar berbincang banyak tentang kuliahnya di prodi Aeronautika.

Tak lupa aku pun mengundang Tresna untuk berkumpul bersama. Akhirnya datang saat kami hendak shalat Ashar bersama. Sungguh menarik dapat berkumpul dengan orang-orang tersebut di laboratorium multimedia yang sudah menjadi kamar kedua di Bandung ini. Namun sayang, Bu Popon tidak dapat bergabung bersama kami setelah pulang kuliah karena ada beberapa urusan yang harus diselesaikan. Kami pun menutup pertemuan kecil ini dengan mengunjungi JICA dan masuk ke dalamnya. Rencananya, kami akan melakukan pertemuan lagi dan menentukan jadwal rutin. Semoga saja kumpul kami ke depannya akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat khususnya mengenai masa depan almamater sekolah yang telah membesarkan kami.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s