KEMAKOM – HMIF ITB

fotor_(8)

KEMAKOM dan HMIF ITB berfoto di Kampus Ganesha ITB.

Sabtu (30/01) kemarin Keluarga Mahasisw Komputer (KEMAKOM) UPI mengadakan studi banding ke Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF) ITB. Ini adalah salah satu program kerja dari Departemen Pengembangan Organisasi di biro penelitian dan pengembangan. Acaranya sendiri dilangsungkan di Labtek V ITB. Mendengar kata Labtek, tentu itu adalah gedung impian semua anak teknik atau yang dulunya ingin masuk ke ITB, termasuk aku. Dan di kesempatan kali ini lah aku bisa masuk ke dalam ruangan yang ada di salah satu Labtek ITB itu. Bedanya kali ini aku lebih siap karena sudah tidak ada rasa sakit hati seperti di 3 semester pertama kuliah saat belum move on dari kampus ganesha ini.

Di sana kami disambut dengan hangat. Walau kami tak dapat hadir semuanya, bahkan dari HMIF jauh lebih sedikit tak mengurangi esensi dari studi banding tersebut. Perkenalan dari tiap himpunan dilakukan sehingga kami bisa mengetahui apa persamaan dan perbedaan Antara dua himpunan ini. Dan tentu saja target utama ku adalah mengorek tentang program kerja Glory Glory Gemastik di bawah departemen Inkubator IT yang berbuah manis dengan keluarnya ITB sebagai juara umum di Gemastik ke-8 yang diadakan di UGM Yogyakarta.

Pembagian grup diskusi berdasarkan komisi sangat membantu. Aku sengaja ditempakan di komisi VI yaitu komisi yang fokus pada bidang prestasi. Di sana aku dapat berbincang langsung dengan kepala departemen Inkubator IT. Di sana ia menceritakan di balik layar keberhasilan ITB sebagai juara umum di Gemastik 8 Oktober lalu. Ujarnya, ITB mengirimkan 80 tim yang menghasilkan 14 tim yang lolos dari kategori lomba. Pemrograman adalah yang paling favorit karena di ITB pun terdapat klub tersendiri dan memiliki tutor yang juga bagian dari TOKI. Lucunya, terdapat dua kategori yaitu Data Mining dan Piranti Cerdas & Embeded System yang di mana masing-masing tim ITB hanya mengirimkan satu tim dan ternyata keduanya mendapatkan emas. Ditambah dengan emas dari kategori pemrograman, ITB akhirnya dapat menyusul UGM sebagai juara umum dengan 3 emas dan 3 perunggu, di atas UGM dengan 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu.

Dan fakta menarik lainnya adalah bahwa mahasiswa di ITB benar-benar mandiri dalam keikutsertaan Gemastik. Bahkan dosen pembimbing hanya datang saat hari pengumuman saja. Berbeda dengan di UPI di mana dosen juga mendorong mahasiswa untuk mengikuti kegiatan seperti ini. Kepala departemen Inkubator IT juga menyatakan bahwa ada 3 hal yang rugi jika tidak dilakukan sampai lulus nanti, yaitu: membuat sebuah karya, mengikuti kompetisi, dan terjun dalam proyek IT. Dengan tidak maksud untuk sombong, Alhamdulillah aku telah mencapai ketiganya. Hmmm mungkin sudah waktunya untuk diwisuda. Hehe.

Tiga hal yang rugi kalau tidak dilakukan hingga lulus: Berkarya, Berkompetisi, Berproyek.

Kegiatan pun diakhiri dengan foto bersama para peserta yang hadir di sekitar Plaza Widya Nusantara dengan latar belakang labtek yang sangat melegenda dan menjadi ciri khas ITB. Sebuah pertemuan yang memberikan banyak ilmu baru. Sebuah pertemuan yang sangat bermanfaat dan menyambungkan tali silaturahim antar dua himpunan mahasiswa sebidang. Semoga KEMAKOM dan HMIF dapat dipertemukan kembali dalam kerja sama yang baik, atau hanya untuk duduk santai bersama berdiskusi tentang hal positif yang dapat memberikan manfaat untuk kami semua. Aamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s