Road To Gemastik 8 (1)

@Stasiun Kota Bandung

@Stasiun Kota Bandung

(Minggu, 25 Oktober 2015). Kami berkumpul dan berangkat dari kostan Pak Yaya menggunakan taksi berempat. Aku, Teti dan Kang Aan harus berbagi tempat duduk di taksi untuk sampai ke stasiun kota Bandung. Di sana ternyata kami terlalu pagi, tadinya untuk menghindari pawai juara Persib yang pasti akan membuat Bandung penuh sesak. Namun tak apa, karena pada akhirnya jalan di depan stasiun pun memang menjadi sangat padat oleh Bobotoh yang turun ke jalan. Akhirnya kami bertemu dengan Pak Wahyudin di stasiun menjelang shalat magrib.

Kami menaiki kereta Lodaya Malam yang berangkat pukul 18.55 dan akan tiba di 02.55 di Stasiun Tugu Yogyakarta di dalam rencana. Di dalam perjalanan, aku dan Teti membalikkan kursi yang akhirnya membuat kami dapat duduk berhadapan degan Kang Aan dan Pak Yaya yang duduk sebangku. Sedangkan Pak Wahyudin duduk di seberang sejajar dengan Pak Aan.

(Senin, 26 Oktober 2015). Kami sampai di Yogyakarta telat sekitar 15 menit. Kami langsung berjalan-jalan mencari penginapan hanya untuk rehat sejenak dan mandi. Di sepanjang jalan kami terus ditawari oleh tukang becak hingga supir taksi untuk diantarkan ke penginapan. Akhirnya kami pun memilih salah satu penjaja transportasi dan mengantarkan kami ke Hotel Harum. Di Hotel Harum kami tidur sejenak lalu mencari sarapan bersama dan akhirnya sarapan dengan gudeg. Setelah itu, karena waktu masih pagi kami berjalan-jalan mencari Tugu Yogyakarta yang katanya dekat denga stasiun tapi tak kulihat saat keluar dari stasiun subuh tadi. Ternyata cukup jauh juga, namun puas setelah kami mencapai lokasi dan mengambil beberapa foto.

@Keraton Yogyakarta

@Keraton Yogyakarta

Akhirnya tak puas dengan Tugu Yogyakarta, kami berencana untuk pergi ke Keraton terutama ke Beringin Kembar. Terdapat mitos di mana jika seseorang dapat melewati jalan di antara beringin tersebut maka semua keinginannya dapat terkabul. Karena jauh, kami pun menaiki Trans Jogja yang hanya bertiket Rp 3.600,- saja. Dan di sana kami melewati jalan-jalan yang sama persis aku lewati saat SKAL di SMP. Yogyakarta ternyata sangat panas. Atau aku yang sudah terbiasa dengan dinginnya Jawa Barat. Hmmm, es teh manis pun menjadi pelega di akhir perjalanan kami. Dan kami pun kembali ke hotel dengan menggunakan becak. Yang menarik adalah aku, Pak Yaya dan Kang Aan menaiki satu becak dan harus menyusun strategi agar kami dapat muat di becak yang sekecil itu.

Setelah mandi, kami pun terlebih dahulu mengunjungi dan check-in hotel untuk Pak Yaya dan Kang Aan. Kang Aan sendiri mengikuti konferensi internasional yang juga dihadiri oleh para dosen. Sedangkan untuk Pak Yaya karena panitia tidak menyediakan penginapan untuk pembina, maka Pak Yaya pun ikut sehotel bersama dengan para dosen lainnya. Setelah itu, kami pun melakukan perjalanan menuju tempat utama aku dan Teti, Universitas Gadjah Mada.

Iklan

One thought on “Road To Gemastik 8 (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s