Workshop e-Learning untuk Rakyat (Part 2, End)

Suasana Workshop.

Suasana Workshop.

Pak Onno W. Purbo adalah seorang aktivis Linux. Terlihat dari beberapa ucapannya yang menentang menggunakan Windows. Waduh, sebagai pengguna Windows Phone aku merasa bingung saat itu. Pak Onno juga menggunakan netbook biasa (terbukti saat presentasi sempat mengalami trouble karena netbooknya lelet) dan menggunakan smartphone lokal. Pada kesempatan kali ini Pak Onno memperkenalkan sekaligus mempraktikan cara menggunakan Moodle, salah satu software server untuk e-Learning.

Aku pun tidak asing lagi dengan Moodle. Bagaimana tidak, apa yang diajarkan di workshop ini sama sekali persis dengan e-Learning yang digunakan oleh dosen di Departemen Pendidikan Ilmu Komputer UPI. Dari bagaimana mencari course, password yang sangat ketat, enrol, semuanya sangat familiar. Tapi yang dihadapi oleh Pak Onno kali ini adalah para guru yang tak sedikit guru perempuan yang cukup lama dan perlu pelan-pelan dalam menerapkan apa yang disampaikan. Dan e-Learning ini dapat digunakan oleh siapapun untuk belajar menggunakan Moodle. E-learning ini dapat diakses di cyberlearning.web.id/moodle dan setiap orang dapat registrasi sebagai guru untuk mencoba menggunakan Moodle.

Tapi dengan pelatihan ini aku jadi tahu seluk beluk cs.upi.edu/elearning yang selama ini digunakan oleh teman-temanku di kampus untuk mengerjakan tugas atau kuis. Aku jadi mengerti bagaimana agar setiap orang yang mengerjakan kuis dapat urutan soal yang berbeda bahkan soal yang berbeda pula tiap orang yang rahasianya adalah terdapatnya bank soal. Bayangkan saja, Pak Onno membuat 1700 soal dalam sebuah ujian hanya agar setiap orang yang mengerjakan 100 soal ujian mendapatkan soal yang berbeda-beda. Pak Onno pun menceritakan keberhasilannya menggunakan e-Learning sebagai media dalam mengajar kepada mahasiswa asal Papua yang berkuliah di STKIP Surya.

Lokasi Workshop.

Lokasi Workshop.

Akhirnya sesi Pak Onno pun selesai ditutup dengan sesi tanya jawab. Jam sudah menunjukan pukul 12.00 WIB. Peserta pun diberikan waktu untuk shalat dan makan siang. Setelah shalat, rombongan kami berbincang-bincang sejenak sambil melepas penat di masjid Darul Ihsan, TCU. Di sana aku juga mengobrol bersama Kang Kukuh dan Kang Ghiffari mengenai pengalaman mereka saat lolos final animasi di Gemastik 7. Tentu untuk bekalku saat menghadapi final animasi di Gemastik 8.

Acara pun dilanjutkan dengan presentasi dari Satria Dharma, ketua dari Ikatan Guru Indonesia (IGI). Pak Satria berangkat dari Surabaya pagi ini dan harus kembali lagi ke Surabaya pada sore harinya. Intinya, apa yang disampaikan oleh Pak Satria adalah tentang pentingnya membaca. Bahkan berulang kali disebutkan bahwa perintah untuk membaca itu lebih penting dari menutup aurat. Dan di sana Pak Satria membagikan banyak sekali buku bagi setiap peserta yang berani bertanya atau ingin menjawab. Senang sekali bisa bertemu orang-orang besar hari ini.

Dan terakhir, acara pun ditutup dengan presentasi dari Relawan TIK Jawa Barat. Tak kala menarik, tema yang diangkat pun yaitu seputar kerusakan kaum muda karena media sosial. Di sana dibahas dari gaya hidup, bahkan bahasa pun rusak karena perkembangan IT. Dan di sana Relawan TIK mengajak kita untuk membumikan apa yang disebut dengan internet sehat. Acara yang sangat luar biasa bagi penggiat TIK, khususnya para guru TIK. Terima kasih KOGTIK dan Telkom Indonesia atas acara yang bermanfaat.

Part 1

Iklan

One thought on “Workshop e-Learning untuk Rakyat (Part 2, End)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s