Survei (Main) Ciwangun Indah Camp

WP_20150815_15_07_06_Pro

@Curug Tilu Leuwi Opat

Sabtu, 15 Agustus 2015. Yeay, hari ini aku dan beberapa kawan dari Beruang Kutub KEMAKOM akan survei tempat untuk pelaksanaan kegiatan Saresehan I BEM KEMAKOM 2015-2016. Ternyata yang akan survei hanya 4 orang. Aku, Ali, Anam dan Egi. Tujuan utama kami adalah CIC. Aku belum pernah ke sana sebelumnya. Dan kami pun berangkat cukup telat, sekitar pukul 11.00 WIB.

Tujuan pertama kami adalah eco pesantren dari Daarut Tauhiid seperti yang dipromosikian oleh Kang Rahman Taufik. Kami sempat menuju eco pesantren tersebut, berkeliling namun tampaknya tak sesuai dengan acara kami. Tapi kami menyempatkan untuk beristirahat, jajan, dan shalat di masjid eco pesantren tersebut. Masjid di sana sangat unik. Di depan shaf paling depan terdapat sebuah kolam yang membuat masjid terasa sejuk. Jajanan di sana pun terbilang murah. Itu kenapa kami memborong gorengan di sana untuk perbekalan makan siang di CIC nanti.

Masjid Eco Pesantren Daarut Tauhiid.

Masjid Eco Pesantren Daarut Tauhiid.

Kami melanjutkan perjalanan ke CIC, melewati villa yang diisi oleh orang-orang Jakarta yang berlibur hingga akhirnya masuk ke dalam CIC dengan biaya masuk Rp 10.000,-. Di sana kami berbincang dengan pengurus CIC (Ciwangun Indah Camp) mengenai biaya jika melaksanakan kegiatan di sana untuk Saresehan I. Setelah dirasa cukup, kami pun mencoba untuk menyusuri jalur tracking yang ada di CIC. Namun bukan hanya mencoba, kami benar-benar mencapai air terjunnya, yang dikenal dengan Curug Tilu Leuwi Opat. Perjalanan ke sana cukup melelahkan. Namun terbayar saat kami sampai di tujuan utama kami.

Kebun Teh!

Kebun Teh!

Di sana kami menghabiskan waktu cukup lama. Memakan perbekalan di tengah sungai di atas bebatuan, sambil merendamkan kaki di air yang sangat dingin. Di sana pula terdapat pengunjung lain yang datang bersama kawan, keluarga, berdua dengan kekasih, hingga seorang laki-laki sebaya yang pergi sendirian, mengambil beberapa foto dirinya sendiri menggunakan tongsis. Air minum dari botol pun kami rendam di dalam air agar dingin. Dan benar saja, terasa sejuk dan segar saat diminum. Dan dari sana pula kami mengisi botol-botol tersebut untuk wudhu shalat Ashar, karena kami akan menuju kebun tehnya. Dari pada kembali dengan jalan yang sama, lebih baik kami sekalian menuju kebun teh untuk mendapatkan pemandangan yang lebih menarik.

Ternyata perjalanan ke kebun teh sangat terjal. Namun lagi-lagi semua itu terbayar setelah kami melihat pemandangan yang sangat indah dari atas. Di sana pula kami menyempatkan shalat Ashar, dan berbaring di rerumputan dengan sesekali mengambil beberapa foto untuk diabadikan. Menjelang sore kami pun mulai turun bukit. Dengan jalan yang licin, tak jarang kami hampir terjatuh karena tanah yang licin.

HALO KEMAKOM!

HALO KEMAKOM!

Hari yang sangat menarik. Lebih dekat dengan alam. Hari yang membuatku telat 1 hari dari rencana untuk pulang ke Sumedang justru menjadi hari yang sangat indah dan menyenangkan. Dan aku mulai memahami kenapa Soe Hok Gie begitu cinta pada alam. Di sana sangat damai. Dan benar kata Eross, kita bisa tahu hakikat manusia sesungguhnya ketika kita berada di tengah alam lepas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s