Road To Beswan Djarum (Part 3, End)

WP_20150812_14_07_33_Pro

Tempat tes wawancara.

Rabu, 12 Agustus 2015. Pagi itu aku ke kampus menggunakan masker. Aku masuk ke kelas Kewirausahaan yang akan dilanjutkan dengan kelas Etika Profesi hingga pukul 12.00 WIB. Setelah itu aku akan berangkan ke Universitas Widyatama (Utama) untuk menjalani tes wawancara di Gedung Serba Guna Utama. Dan cukup terkejut ketika Pak Budi mengatakan bahwa ia harus rapat dan kuliah Etika Profesi akan dilanjutkan pukul 13.00 WIB. Ah! Berarti aku harus bolos kuliah Etika Profesi. Karena tak mungkin aku harus mengikuti kuliah dulu, sedangkan aku pun tak mau telat untuk menghadiri tes wawancara tersebut. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak kuliah Etika Profesi.

Pukul 13.00 WIB aku berangkat ke Utama dengan jas almamater di tas yang siap dipakai saat wawancara. Dan benar saja, aku sampai di sana sekitar pukul 14.15 WIB. Apa jadinya jika aku tak berangkat lebih awal. Macetnya Bandung berpotensi untuk menghentikan perjuanganku. Sampai di sana aku bertemu dengan Afif dari Kimia UPI yang juga memiliki jadwal yang sama denganku. Namun dia mendapat bagian di meja C, sedangkan aku di meja D oleh Pak Aris. Begitu nama yang tertera di jadwal yang aku lihat di BCC kemarin. Dan ternyata di wawancara tersebut tidak usah menggunakan jas almamater. Aku diberitahu oleh Afif setelah aku mengeluarkan jas almamater dan hendak mengenakannya. Akhirnya aku pun masuk ke GSG Utama setelah dipanggil oleh panitia.

Dan ternyata Pak Aris yang akan mewawancaraiku adalah orang yang berjalan di belakangku kemarin saat hendak keluar dari BCC. Saat bertemu, kami berjabat tangan dan saya bertanya “Pak Aris, ya?”, dan dia pun menjawab “Kok tahu?”, dan aku pun menjelaskan bahwa aku mengetahuinya dari jadwal yang ditempel. “Oh berarti gak ada perubahan”, tuturnya. Pak Aris mengatakan bahwa hasil TPA dan psikotesku sangat baik dibandingkan yang lainnya. Bahkan telah memenuhi standard mereka, dan kini hanya ingin mengenal siapa aku sebenarnya. Di sana aku merasa optimis akan hasil, tapi juga menyiapkan mental untuk sebuah kegagalan.

WP_20150812_15_22_05_Pro

Perjuangan terakhir,

Wawancara tersebut berjalan dengan sangat santai. Tak gugup, tak tegang. Aku hanya bercerita mengalir apa adanya. Bercerita tentang keluarga, organisasi, hingga masalah kepribadian. Cukup lama, mungkin aku pikir lebih dari 30 menit. Akhirnya wawancara itu selesai dan aku pun keluar sambil tersenyum. Dan aku pun kembali bertemu dengan orang itu, orang yang berada di belakangku saat tes, orang yang menajdi observer kelompokku saat FGD, dan dia menjadi salah satu pewawancara hari itu.

Perjuangan untuk menjadi Beswan Djarum telah selesai. Kini aku tinggal menunggu kabar di akhir bulan ini. Entah itu membuat bahagia atau kecewa, aku harus siap. Siap untuk menerima tanggung jawab baru atau siap untuk merasakan kegagalan setelah perjuangan yang cukup panjang. I’m ready!

Part 2

Iklan

3 thoughts on “Road To Beswan Djarum (Part 3, End)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s