Road To Beswan Djarum (Part 2)

WP_20150811_07_44_02_Pro

Suasana tes di BCC.

Wah, ternyata untuk shalat saja masih penuh. Antreannya bisa dibilang cukup menyebalkan. Padahal kami sudah berjalan cukup lama sampai di lokasi kembali. Namun sepertinya luas mushola yang ada sangat tak sebanding dengan ribuan mahasiswa yang juga menunggu pengumuman pukul 13.00 WIB. Huh, kali ini aku tak boleh duduk di bangku paling belakang lagi. Aku duduk kira-kira di kursi ke-4 dari depan. Dan akhirnya pengumuman yang ditunggu-tunggu dibuka oleh dua orang beswan dari angkatan sebelumnya.

Penguman tersebut dibacakan satu persatu oleh MC walaupun di layar juga diperlihatkan oleh operator. Sampai akhinya bagian UPI, aku pun merasa sedikit khawatir. Dan alhamdulillah ternyata namaku disebut sebagai peserta yang lolos ke tahap berikutnya. Namun tidak dengan keempat kawanku yang juga dari Ilmu Komputer. Dan sedikit mengejutkan adalah bahwa jumlah peserta dari UPI yang lolos sangat sedikit dibandingkan prediksi. Tak seperti ITB dan Unpad yang jumlahnya sangat banyak. Padahal dari segi jumlah yang tes hari itu, UPI yang paling besar.

Terdapat 294 mahasiswa yang dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya. Dan yang lain dipersilakan pulang dengan beberapa kenang-kenangakn dari Djarum. Oh, ternyata yang tak dipersilakan pulang hanyalah yang lolos dari kampus tertentu. Sedangkan peserta yang lolos pun beberapa ada yang dipersilakan pulang dengan terlebih dahulu untuk melihat jadwal wawancara. Seingatku, selain UPI ada Unpar, ITB, Unpad yang tak dipersilakan pulang. Wah ada apa ya? Aku pun langsung menghubungi Kang Tommy, kakak tingkat yang juga beswan angkatan sebelumnya.

WP_20150811_07_22_16_Pro

Mahasiswa para calon Beswan Djarum.

Focus Group Discussion! Yap, itu adalah salah satu aspek penilaian khusus untuk beberapa kampus tertentu. Dan pada saat itu UPI digandengkan dengan teman-teman dari Universitas Katolik Parahyangan. Entah mengapa, kedua kampus ini ditempatkan di ruangan utama BCC, sedangkan kampus lain entah di mana. Di sana kami dijelaskan apa itu FGD dan bagaimana cara pelaksanaannya. Setelah itu kami dibagi menjadi 8 kelompok sebenarnya. Namun saat itu Pak Sapto menyebut kelompok kami sebagai kelompok 9. Akhirnya aku pun bergabung di kelompok terakhir bersama Widi, Rahmi, Ceshil, Arin dari UPI dan Rachel, Michael dan Keyzha dari Unpar.

Kelompok kami mendapatkan bahan materi tentang ketidaktercapaian 30% keterwakilan perempuan di parlemen. Dan observer kelompok kami adalah orang yang berada di belakangku saat tes TPA pagi tadi. Huh, ternyata diskusi lumayan alot. Dengan terus berdiskusi membahas satu hal, kami lambat untuk menulis pada sebuah kertas besar untuk presentasi. Padahal waktu yang diberikan pada kami semua hanyalah 30 menit. Tapi di sana aku merasakan bagaimana diskusi suatu permasalahan politik dengan orang-orang yang baru kukenal, tak tahu bagaimana karakter dan latar belakang masing-masing. Akhirnya waktu berlalu, dan aku mendapatkan bagian untuk menjelaskan overview permasalahan yang diberikan pada kelompok kami.

Diskusi pun dimulai. Kami hanya diberi waktu 5 menit untuk presentasi dan 10 menit untuk sesi tanya jawab. Kelompok yang pertama maju ditunjuk oleh Pak Sapto, lalu kelompok yang telah selesai berhak untuk menunjuk kelompok mana yang akan maju berikutnya. Dari sana aku dapat ilmu baru dengan melihat cara orang-orang berpresentasi, menanyakan sebuah kasus, dan bagaimana menjawabnya dengan cerdas. Namun waktu shalat Ashar telah tiba. Dan kami pun diberi 15 menit untuk melaksanakan shalat Ashar.

WP_20150811_07_49_10_Pro

Kenang-kenangan dari Djarum.

Saat mengambil wudhu, aku sempat berbicang dengan Zakki dari Biologi UPI tentang permasalahan apa yang kelompok kami masing-masing dapatkan. Dan aku sedikit terkejut bahwa masalah yang kelompoknya dapatkan (kelompok 1) sama persis dengan kelompokku. Dan dari sana aku dan kawan-kawan dari kelompok 8 selalu berharap agar mendapatkan bagian lebih awal dari kelompok 1. Setiap kelompok lain selesai, kami selalu berharap agar mereka menunjuk kami sebagai kelompok yang maju selanjutnya. Namun entah mengapa, hingga kelompok ke-6 yang maju dengan berbagai persoalan, tersisa kelompok 1 dan 8 yang memiliki masalah yang sama lah yang tersisa. Dan sialnya lagi, kelompok 1 ditunjuk untuk menjadi kelompok ke-7 yang maju. Sedangkan kelompok 8? Yap, kami benar-benar menjadi kelompok ke-8 yang akan maju sebagai kelompok terakhir.

Dan yang lebih mengejutkannya lagi ketika justru Zakki yang tadi berbicang denganku yang juga menjelaskan overview dari permasalahan tersebut. Data yang dibicarakan pun sama. Oh, how it can be true? Dan kelompok kami pun sempat pesimis dengan itu. Namun ternyata saat kami presentasi, walau apa yang disajikan tak jauh berbeda, tapi diskusi yang terjadi justru sangat berbeda. Dan itu cukup membuat kami lega akan kekhawatiran presentasi dengan masalah yang sama.

Akhinya kami pun pulang mendekati maghrib. Aku melihat jadwal wawancaraku antara Rabu atau Kamis. Dan ternyata aku mendapatkan hari Rabu pukul 14.30 WIB di Meja D yang dijaga oleh Pak Aris. Yay! Aku bisa berkuliah dulu di pagi harinya. Sedangkan kawan-kawan dari UPI lainnya ada yang mendapatkan jadwal hari Kamis Pagi. Dan yang lebih membuatku bersyukur adalah tempat wawancara di Universitas Widyatama, di mana aku hanya butuh naik satu kali angkot untuk sampai ke sana.

Dan sore itu pun ditutup dengan sedikit kebingungan jalan pulang kembali ke UPI. Karena bus DAMRI jurusan Leuwipanjang-Ledeng sudah tak beroperasi sesore itu. Untungnya aku bersama Robbi, calon beswan juga dari UPI, tepatnya dari Psikologi. Walaupun dia juga belum pernah menaiki angkot dari BCC ke Ledeng, namun dia punya referensi trayek angkot walaupun kami sempat berjalan sangat jauh untuk mencari angkot terdekat yang dapat membawa kami ke Ledeng. Aku pun malam itu sampai di kostan pukul 20.00 WIB. Sangat lelah. Tapi bersyukur dapat melangkah sejauh ini di perjuangan menjadi Beswan Djarum. Dan besok, adalah hari terakhir perjuanganku untuk mendapatkannya.

Part 1

Part 3, End

Iklan

2 thoughts on “Road To Beswan Djarum (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s