Cita-cita Terbesar Hidupku

Salah satu karya vektor berupa logotype. Ini adalah Self-Brand untuk portofolioku.

Saat masih kecil, kebanyakan anak menjawan dokter sebagai cita-citanya. Semakin berkembang, semakin beragama pula cita-cita seseorang untuk masa depannya. Tentu semua ini karena pengaruh lingkungan dan wawasan yang didapatkan dalam perjalanan hidup. Aku sempat berkeinginan menjadi seorang polisi karena sosok seorang polisi yang aku kagumi. Namun seiring berjalannya waktu, semua itu berubah. Bahkan aku sama sekali tak melirik dunia militer atau pegawai negeri sipil.

Yang ada dalam pikiranku hanya menjadi seorang desainer grafis. Mungkin saja menjadi seniman vektor, animator, atau bahkan ahli UI/UX jika dikaitkan dengan kuliah yang sedang kutekuni sekarang. Semua bermula saat kelas 4 SD, ketika komputer pentium III dengan sistem operasi Windows XP itu berada di kamarku. Aku mulai menyukai manipulasi foto menggunakan aplikasi Photoshop. Hanya bermain dengan fitur sederhana seperti mengubah warna, memberi filter, hingga mulai belajar menggunakan layer-layer.

Namun ternyata kegemaran itu mengalami perubahan saat aku mulai menekuni apa itu desain grafis. Yap, awalnya aku hanya ingin membuat sebuah gambar yang keren, dan indah dipandang mata. Dan dari sana pula aku mulai membuat berbagai poster sederhana menggunakan Microsoft Power Point! Hah, kok bisa? Aku memasukan berbagai gambar dan tulisan di sana, merangkainya dan menyusunnya lalu menyimpan satu slide tersebut menjadi sebuah gambar. Sungguh sangat sederhana.

Salah satu karya di awal cerita perjalanan cinta dengan dunia desain grafis. Menggunakan Photoshop, arranger bitmap yang sudah ada. (Zaman ALAY)

Akhirnya aku kembali menggunakan Photoshop dan mulai berkreasi dengannya. Tanpa sadar aku memang mencintai dunia desain grafis ini. Dan cerita ini berubah ketika aku memasuki kelas 3 SMA. Pada pelajaran TIK, ada materi desain grafis menggunakan CorelDRAW. Cerita baru pun dimulai. Aku mulai mengerti tentang apa itu vector dan bitmap, aku mulai sadar bahwa selama ini aku hanya menjadi arrangger, bukan designer. Dari sana aku mulai membuat sebuah gambar dari 0, belajar trik-trik vektor, dan mulai menyibukan diri dengan melihat portofolio desain orang lain yang sudah profesional. Dan dari sana saya bertekad untuk menjadi seorang desainer grafis profesional.

Mimpi itu sempat menjadi kabur ketika aku memilih untuk tak masuk jurusan DKV di kuliah. Karena aku tahu, yang aku bisa hanyalah membuat gambar digital. Aku tak mahir menggambar dengan tangan. Dan sialnya itu menjadi salah satu tes untuk masuk ke jurusan tersebut. Akhirnya aku pun berkuliah di Ilmu Komputer. Dan siapa yang sangka di sini aku menemukan cerita lain tentang hobi dan cita-citaku ini?

Di sini aku tergabung dalam sebuah UKM bernama Studio 229 yang bergerak dalam kesenirupaan. Aku dapat belajar banyak dari orang hebat di sini. Mengunjungi beberapa pameran, bersama-sama ke sebuah galeri seni, dan yang pasti dapat belajar langsung dari orang yang lebih ahli di bidang tersebut. Aku juga tergabung dalam UKK Club Ink di jurusan, sebuah organisasi yang bergerak di bidang digital art. Di sini pula secara tak sadar keahlianku bertambah.

Proyek pertama secara profesional. Dibayar ratusan ribu sebelum menembus angka jutaan.

Pekerjaan terbaik adalah hobi yang dibayar bukan? Yap! Akhirnya aku pun mulai menerima bayaran dari hasil pekerjaanku membuat sebuah gambar vektor. Dari mulai hanya dibayar Rp 40.000,- hingga jutaan yang saat itu saya tak percaya mendapatkan uang sebanyak itu hanya karena kepercayaan orang lain terhadap desain yang aku buat. Aku pun pernah diundang oleh sebuah Badan Semi Otonom di Universitas Padjadjaran untuk memberikan pelatihan desain grafis menggunakan CorelDRAW. Dan tentu aku dibayar secara profesional.

Bukan masalah seberapa besar uang yang dihasilkan memang, namun menjadikan hobi kita sebuah hal yang produktif tentu sangat menyenangkan. Kini aku memiliki rencana membuat startup yang berfokus pada multimedia bersama kawanku. Dan aku yakin itu adalah salah satu jembatanku untuk meraih apa yang aku cita-citakan. Aku ingin memiliki sebuah studio yang diisi oleh orang-orang yang bahkan memiliki skill yang lebih hebat dariku untuk bekerja denganku. Terlibat dalam sesuatu yang besar, dan aku yang menjadi otak dari tampilan grafis sesuatu tersebut, adalah sebuah kebanggaan yang tak terkira.

Dibuat untuk memenuhi tugas Kewirausahaan.
Iklan

2 thoughts on “Cita-cita Terbesar Hidupku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s