Lebaran 1436 H

Bersama Keluarga Pak Bambang saat sarapan.

Bersama Keluarga Pak Bambang saat sarapan.

Lebaran kali ini sebenarnya terasa lebih sepi semenjak kakek meninggal. Tentu saja rumah yang setiap tahun ramai dikunjungi sanak saudara menjadi sepi karena sudah tak ada lagi sosok yang dituakan untuk dikunjungi. Walaupun begitu, lebaran kali ini saya mendapatkan tamu istimewa dari Kediri. Pak Bambang, guru Bahasa Inggris sekaligus pembina OSIS di SMPN 1 Semen Kediri hendak mengunjungi rumah di hari kedua lebaran bersama keluarganya. Kebetulan, Sefie anak pertama dari Pak Bambang tidak bisa mudik karena harus praktik di salah satu puskesmas di Padalarang. Sefie sendiri adalah mahasiswi kebidanan FK Unpad. Satu angkatan bersama saya, bahkan saya yang mengantar Sefie saat daftar ulang yang juga bertepatan dengan daftar ulang saya di UPI saat itu.

Oleh karena itu, Pak Bambang bersama istri, Selliva dan Serina berkunjung ke Jatinangor dan berlebaran di Jawa Barat. Selama di sini, Pak Bambang tinggal di kostan mahasiswa Unpad asal Kediri. Dan pada tanggal 18 keluarga Pak Bambang berkunjung ke rumah saya di Sumedang. Awalnya akan berangkat sekitar pukul 10.00 WIB namun karena macet, akhirnya ditunda dan berangkat di sore hari. Menjelang isya, keluarga ini akhirnya sampai di rumah saya walau sempat mengalami masalah saat hendak naik ke arah rumah saya karena jalan yang cukup untuk 1 mobil harus dilalui 2 mobil yang saling berpapasan. Beberapa saat setelah di rumah saya yang berada di atas, akhirnya kami semua ke rumah yang berada di bawah, tempat keluarga Pak Bambang akan menginap karena mengingat hari sudah malam. Tapi di sana pun kami masih berbincang mengenai jalanan yang macet, kehidupan di Jawa Barat, dan tentu saja bernostalgia saat saya masih di Kediri.

Di sawah.

Di sawah. Taken by Selliva.

Esoknya, pagi-pagi Sefie, Selliva dan Serina menikmati matahari terbit di pekarangan belakang rumah. Dan kami pun berencana untuk jalan-jalan ke sawah. Akhirnya kami berjalan ke sawah hilir. Jalannya menurun. Sambil membawa tahu Sumedang yang tadi subuh saya beli, kami menyusuri sawah, mengambil beberapa gambar dan akhirnya bersantai di salah satu saung yang ada di sawah hilir. Setelah itu akhirnya kami kembali ke atas. Nampak Selliva yang paling cepat menanjak, sedangkan Pak Bambang harus menunggu Ibu yang terlihat kelelahan jalan menanjak. Sampai di rumah, keluarga Pak Bambang pun bertemu dengan ayah saya. Sedangkan saya membantu mamah mempersiapkan sarapan untuk kami semua di belakang.

Bersama Pak Bambang. Taken by Serina.

Bersama Pak Bambang. Taken by Serina.

Menarik saat dua keluarga ini sarapan bersama walau dengan makanan yang sederhana di rumah kuno pula. Pak Bambang pun tak ingin menyiakannya dan mengambil foto bersama saat hendak makan. Sebelum kembali ke Jatinangor, keluarga Pak Bambang juga mengunjungi toko tas yang dijaga ayah dan membeli beberapa tas. Khususnya untuk Selliva yang menjadi mahasiswa baru di Psikologi FK UNS. Dan kami pun berpisah di depan Patung Kuda Sumedang. Rencananya, hari ini keluarga Pak Bambang minus Sefie sudah kembali lagi ke Jawa Timur untuk mengunjungi keluarganya di Nganjuk terlebih dahulu sebelum akhirnya pulang ke Kediri. Sedangkan Sefie harus sudah bertugas di malam harinya di puskesmas. Terima kasih telah menyempatkan datang ya, Pak. Semoga selamat sampai kembali lagi ke Kediri. Aamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s