Lukman Sardi

Ini mungkin terlalu sensitif untuk dibicarakan. Yap, masalah agama. Sedang santer mengenai berita murtadnya aktor yang pernah memerankan KH Ahmad Dahlan dalam film Sang Pencerah, Lukman Sardi. Saya sendiri telah menyaksikan video kesaksiannya yang bahkan menyatakan bahwa Lukman telah pindah menjadi kristiani sejak 6 tahun lalu.

Apa yang membuat saya kesal? Lukman Sardi? Oh bukan. Itu adalah pilihan dia dan urusan dia dengan Tuhan. Siapa lagi yang membuat kesal kalau bukan manusia itu sendiri. Ini masalah serius, bukan hanya sebatas saling ledek supporter Barca dan Madrid, ini masalah keyakinan dan kerukunan umat beragama di negeri ini.

Saya geram dengan komentar masyarakat tentang Lukman Sardi. Entah itu umat kristiani atau bahkan muslim sendiri. Bagaimana tidak, mereka saling cemooh, saling hina, merasa paling benar. Saya sebagai muslim tentu kecewa dengan muslim yang terlihat menghina-hina kaum sebelah. Bukan mendukung karena satu kepercayaan dan menganggapnya sebagai bela agama, tapi saya pikir itu akan membuat muslim sendiri terlihat sama saja.

Alih-alih membela agama, tapi yang dilakukan adalah mencemooh, menghina, bahkan hingga berkata kotor. Padahal saya yakin, tidak semua bahkan sebagian besar belum menjadi muslim yang baik, apalagi sempurna. Ini sama saja ketika Malaysia mengklaim kebudayaan Indonesia. Masyarakat langsung murka, padahal sebelum kasus tersebut masyarakat tidak membudayakan bahkan mungkin tidak tahu kebudayaan tersebut. Dan saya yakin penuh bahwa orang Indonesia baru mengetahui Indonesia mempunyai pulau bernama Sipadan dan Ligitan setelah kedua pulau diklaim Malaysia. Sebelum kasus tersebut? Atau bagaimana jika kasus tersebut tidak pernah terjadi? Sipadan Ligitan tak pernah terdengar!

Begitu pula di kasus kali ini. Tak usahlah kita saling hina, merasa paling benar. Kita tak dapat hidup sendirian. Bayangkan jika manusia saling menutup diri antar umat beragama. Orang yang bukan islam tidak bisa atau tidak boleh menggunakan teknologi atau apapun yang ditemukan atau dibuat oleh orang non islam. Apakah terbayang kehidupan macam apa yang akan kita rasakan?

Stop saling menghina antar umat beragama. Saya yakin setiap agama mengajarkan kebaikan. Setiap agama percaya bahwa agama itulah yang paling benar. Tidak akan ada yang menang dan kalah jika terus memperdebatkan masalah ini. Yang ada hanyalah minoritas yang ditindas mayoritas. Mulai berpikir dewasa. Jadi umat beragama yang baik di kepercayaan masing-masing.

Iklan

2 thoughts on “Lukman Sardi

  1. Benar, bukan masalah agamanya. Semua agama benar, semua agama paling baik bagi para pemeluknya tentunya. Alangkah baiknya jika kita tidak menghina bahkan merendahkan agama yang tidak kita peluk. Urusan kita sama tuhan aja belum tentu sempurna. Terimakasih bang, tulisanya menginspirasi 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s