Hallo, BEM KEMAKOM 2015-2016!

Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden BEM KEMAKOM 2015-2016. Minggu, 3 Juni 2015. Taken by Tia Ayu.

Pilihan berat untuk akhirnya memutuskan siap menjadi calon Presiden KEMAKOM 2015-2016 di Musyawarah Mahasiswa. Tidak berlebihan bila saya mengatakan bahwa hari itu merupakan drama kecil yang cukup manis bila dikenang. Saat saya dengan segala kepentingan saya menolak untuk menjadi calon presiden (bahkan menjadi anggota BEM lagi sekalipun), beberapa orang dari fraksi menguatkan saya untuk memberanikan diri. Saya berpikir kerasa dalam berdiri saya di hadapan fraksi saat itu. Yang berujung keputusan untuk siap menjadi calon presiden yang terakhir (ke-8).

Saat masa karantina calon presiden, para capres berkumpul dan saling bercerita, menonton film bersama, bercanda yang mungkin untuk menurunkan ketegangan. Dan satu hal yang harus diketahui, tidak ada rasa bersaing di antara kami. Semua yakin setiap orang yang berada di sana layak dan daat memimpin KEMAKOM untuk satu periode ke depan. Dan lama-lama, obrolan pun menjadi serius. Di sana saya mengungkapkan bahwa jika tak menjadi presiden, saya tak akan berada di BEM lagi walau itu menjadi wakil presiden. Drama pun terjadi lagi di antara orang calon presiden (Yogi dan Egi sudah dianggap mengundurkan diri karena tidak hadir). Sekali lagi, kepercayaan orang lain terhadap kita dapat merubah dan membuka pikiran kita. Kenapa saya mengikutinya? Karena saya yakin ini adalah hal yang positif. Tentu kita juga harus keras kepala jika kita dibujuk untuk ke arah yang negatif. Dan benar saja, Ali lah yang menjadi presiden (sudah saya analisa sejak lama). Dan Ali pun memilih saya menjadi wakil presiden setelah sebelumnya mendengarkan rekomendasi dari semua fraksi yang hadir di musyawarah tersebut.

“BEM KEMAKOM harus segera terbentuk!”

Tanggal 3 Mei 2015, saya menemani Ali dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden BEM KEMAKOM 2015-2016. Jika dipikir lagi, saya sering tersenyum. Ingat masa ketika “diculik” oleh kakak tingkat di RAM, mengikuti rangkaian kaderisasi, mentoring, PLASA, dan sekarang saya menjadi wakil presiden? Mimpi apa saya semalam. Dan inilah masa depan, kita tidak tahu apa yang terjadi di masa yang akan datang. Saat saya masuk di Ilmu Komputer UPI, siapa yang berpikir bahwa saya akan menjadi wakil presiden mahasiswa di sana. Yang pasti, amanah yang besar ini harus saya emban sebaik mungkin. Sendirian? Tidak. Hanya dengan Ali? Tentu tidak. Saya dan Ali akan memiliki tim. Yap, BEM KEMAKOM 2015-2016 harus segera terbentuk!

Pertemuan bersama calon anggota BEM KEMAKOM 2015-2016. Rabu, 13 Mei 2015. Taken by Qori Halimatul.

Akhirnya kami memilih menteri tiap departemen dengan berbagai pertimbangan dan rekomendasi dari menteri yang sebelumnya. Kami mengangkat Arief, Anam, Anshar, Egi, Ryan, dan Auliya untuk menjadi menteri di departemen terdahulunya. Tentu untuk posisi sekretaris dan bendahara umum dipegang oleh Dheana dan Qori yang sebelumnya juga berada di posisi tersebut. Namun begitu, selama belum pelantikan, BEM KEMAKOM masih hanya dua orang, yaitu presiden dan wakil presiden.

Open Recruitment pun dilakukan. Yang mendaftar ternyata membludak. Akhirnya kami mengadakan pertemuan bersama semua calon anggota di Taman Baretty UPI. Lama-lama seleksi alam pun dimulai. Saat pemberian tugas dan wawancara, sudah ada beberapa orang yang tidak mengerjakan tugas dan wawancara yang otomatis dianggap mengundurkan diri. Hingga wawancara selesai, rapat bersama menteri pun kerap dilakukan untuk menentukan siapa saja staff yang lolos. Menentukan staff ternyata tak semudah yang dibayangkan. Ada calon anggota yang diperebutkan oleh dua departemen, ada pula calon anggota yang dianggap akan diperebutkan justru sama sekali tidak mendapatkan posisi di dua departemen pilihannya. Ini memang pilihan yang sulit. Yang tak lolos bukan berarti tidak baik, tapi kami mencari komposisi yang pas untuk racikan BEM KEMAKOM setahun ke depan.

Salah satu momen wawancara calon anggota BEM KEMAKOM 2015-2016. Minggu, 17 Mei 2015.

Dan yang terakhir adalah Pantuhir. Seperti tahun lalu, momen pantuhir yang paling berkesan adalah ketika para calon anggota ditutup matanya dan diberi beberapa pertanyaan. Di sana kami mengevaluasi kedisiplinan para calon anggota, termasuk kehadiran saat di acara pantuhir. Saya ingat tahun lalu ketika ditanya apa cita-cita bersama BEM, saya menjawab dengan alasan saya yang mungkin terkesan berbeda dengan orang lain. Dan mungkin momen ini juga akan menjadi momen yang paling berkesan untuk calon anggota di pantuhir kali ini.

Akhirnya, BEM KEMAKOM pun terbentuk seutuhnya setelah pada akhirnya Ali membacakan SK pengangkatan beserta semua nama-nama yang menjadi pengurus BEM KEMAKOM 2015-2016. Acara dilanjutkan dengan pengambilan sumpah. Semua menteri pun ikut karena pada dasarnya di BEM hanya baru saya dan Ali yang disumpah (saat dilantik di musyawarah mahasiswa). Setelah itu tiap departemen diberikan waktu untuk berkumpul dan berfoto bersama.

“Selamat mengemban amanah, BEM KEMAKOM 2015-2016.”

Tahu apa yang paling menusuk hati? Saat saya melihat Depadsospol yang baru berkumpul. Yap, memang Depadsospol sudah terlalu menancap di hati. Boleh dikatakan lebay, tapi itu benar adanya. Depadsospol sendiri sudah menjadi keluarga kecil bagi hidup saya. Tapi, di sana saya juga senang karena masih ada penerus yang akan melanjutkan perjuangan teman-teman di Depadsospol tahun lalu. Posisi saya sekarang yang harus merangkul semua departemen harus saya jalankan dengan baik. Mulai harus terbiasa dengan rapat-rapat bersama departemen lain, bukan hanya satu departemen. Dan saya pun justru memiliki keluarga kecil yang baru, bersama Ali, Dheana, Qori, Irma dan Wiwi yang bersama-sama di non-departemen. Keluarga kecil yang harus kuat untuk merangkul keluarga yang lebih besar.

BEM KEMAKOM 2015-2016. Taken by Rahmanda.

So, my life is more beautifull than what I expect.Β Selamat berkarya, selamat berkomitmen, selamat menikmati masa-masa di BEM KEMAKOM 2015-2016, para pengurus.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s