Every Art Is A Masterpiece

Salah satu desain yang dipresentasikan di Masterpiece Club Ink kemarin. Menggunakan konsep ruang negatif.

Salah satu desain yang dipresentasikan di Masterpiece Club Ink kemarin. Menggunakan konsep ruang negatif.

Acara Masterpiece adalah kegiatan kaderisasi terkahir untuk calon anggota Club Ink. Setiap calon anggota dapat membuat sebuah karya yang dianggap sebagai masterpiece secara individual atau berkelompok. Konsep sudah ada di kepala, tapi apa daya waktu untuk mengerjakan masterpiece saya sendiri terpakai oleh kegiatan lain, antara lain tugas besar, rekap nilai praktikum adik tingkat, hingga desain ini itu untuk acara lain. Sepertinya tak sendiri, banyak pula yang mengundurkan diri karena tak sanggup untuk mengerjakan tugas akhir ini.

Memang sayang sekali, mengingat saya ingin masuk ke UKK ini sejak menjadi mahasiswa baru tepatnya saat OSPEK jurusan di MOKA-KU 2013. Tapi bagaimana lagi? Masterpiece tak kunjung selesai. Dan hari itupun saya memang tak berniat berangkat ke GIK untuk mengikuti masterpiece.

Hingga akhirnya ada beberapa kakak tingkat dari Club Ink yang mengirim pesan dan mengajak saya untuk datang ke IK-203. Huh, saya akhirnya membalas dan menjelaskan alasan saya tidak mengikuti masterpiece. Tapi saya terus disemangati dan diperbolehkan untuk mempresentasikan beberapa hasil karya saya yang terdahulu. Akhirnya saya langsung memilih beberapa karya saya yang bisa saya ceritakan dan deskripsikan, sebanyak 11 karya. Saya pun berangkat ke GIK. Saat itu sedang ada mumas dari mahasiswa Pendidikan Kimia. Saya pun menuju ruang 203 dan terdapat tulisan MASTERPIECE IS AIRING!

Ternyata sedang ada Indri sedang mempresentasikan karyanya. Dan sedang dalam segmen penjurian. Setelah Indri, tiba-tiba urutan tampil langsung mengarah pada saya. Akhirnya saya pun maju dan mempresentasikan semua karya saya satu persatu dengan karya terkahir adalah logo P2M. Di sana juga saya sedikit sharing beberapa pengetahuan saya yang sedikit tentang desain. Penjurian pun mendapatkan tanggapan yang positif. Dan di sana saya senang karena bisa presentasi masterpiece walau tidak membuat masterpiece.

Thanks untuk kakak-kakak dari Club Ink terutama Teh Rin Rin yang akhirnya membuat saya bisa bergerak untuk tetap datang ke masterpiece. Walaupun yang saya tampilkan bukanlah masterpiece yang saya rencanakan, itu bukan menjadi masalah. Kenapa? Karena setiap karya yang saya buat adalah masterpiece.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s