The Candle Light (Last) Mentoring

Sambil nunggu foto di Jonas. Minus Aldi yang lagi nyari bingkai foto untuk seseorang di bawah.

Setelah beberapa minggu menjalankan alur kaderisasi, akhirnya sampai juga dipenghujung mentoring untuk kelompok 1 BMAIL KEMAKOM 2014. Kami mempersiapkan agenda khusus untuk hari ini: Foto studio dan jalan-jalan di kota kembang. Setelah sebelumnya shooting untuk tugas akhir mentoring, kami pun bersiap setelah melaksanakan shalat ashar di GIK. Kami menggunakan 4 motor, saya bersama dengan Icad. Destinasi pertama kita adalah Jonas untuk mengabadikan kebersamaan kita dalam bentuk foto studio. Kira-kira sampai di Jonas sekita pukul 17.00 WIB. Kami mendapatkan urutan E041. Ketika itu, urutan yang sedang dalam studio adalah E018. Wah masih lama. Kami pun keluar, ke lantai 2 bagian luar Jonas yang berlantaikan kaca. Di sana kami mengambil beberapa gambar selfie menggunakna handphone Icad. Sudah cukup lama, kami pun memeriksa kembali urutan foto yang ternyata masih ada di nomor E021. Gila, dari tadi baru maju 3 pengantre.

Sudah masuk waktu maghrib. Kami pun melaksanakan ibadah di mushola Jonas di lantai 3. Karena kecil, kami shlaat bergantian. Cukup memakan waktu yang lama. Setelah itu kami berharap antrean kami sudah tinggal beberapa lagi. Tapi ternyata di luar dugaan. Nomor antrean baru mencapai nomor E026. Masih harus menunggu 15 antrean lagi. Dan memang suasana Jonas hari ini bisa dibilang penuh karena banyak wisudawan dari Universitas Langlabuana berfoto bersama keluarga di Jonas. Yah, karena tak mungkin menunggu lama di sana dengan tempat duduk yang terisi sana-sini, kami pun memutuskan untuk ke tujuan kami yang lain terlebih dahulu, Braga!

UPI -> Jonas -> Mie Reman Braga -> Jonas -> UPI. Thanks for today, guys!

Kami memiliki rencana untuk makan bersama sambil berbincang dan berjalan di sepanjang jalan Braga dengan mengambil beberapa gambar untuk diabadikan. Namun sayang rencana kedua harus kandas karena trotoar di Braga sedang diperbaiki. Dan memang Braga terlihat cukup berantakan seiring dengan pembangunan yang sedang berlangsung di jalan yang cukup terkenal di Bandung ini. Akhirnya kami tetap melaksanakan rencana kami yang pertama, yaitu makan bersama di Mie Reman, sebuah tempat makan Ramen di Braga. Entah kenapa, lantai dua Mie Reman pada saat itu mati. Dan itu justru membuat menarik karena pencahayaan digantikan oleh cahaya lilin yang menambah suasana menjadi sangat akrab. Ini menjadi Candle Light Mentoring kami. Keren.

Candle Light Dinner @ Mie Reman, Braga.

Candle Light Dinner @ Mie Reman, Braga.

Di sana saya memesan ramen dengan tingkat kepedasan level 2. Sultan paling ekstrim, level 5. Di sana banyak momen lucu ketika kami merasa makanan yang dimakan terlalu pedas. Haha. Wawan yang level 1 sudah berkeringat, sedangkan Sultan yang level 5 maish cool seperti tidak ada masalah. Haha. Makan malam tersebut sangat menyenangkan. Setelah makan, saya pun meminta testimoni mereka untuk mentoring selama ini. Hasilnya saya mendapatkan 7 potongan kertas yang berisi tentang kesan dan pesan mereka selama bersama saya di mentoring ini. Perut sudah kenyang, walau sedikit mual. Haha. Kami pun kembali ke Jonas untuk berfoto. Katanya, jika kita terlambat maka kita harus menunggu 3 antrean, jika sudah lewat 10 antrean, maka kita harus mengambil nomor antrean baru alias menjadi antrean paling belakang. Oh no.

Ramennya? Pedeeeessssss -_-

Dan benar saja. Kami terlambat datang. Antrean nomor kami sudah lewat. Bahkan dari kasir mengatakan kalau kami harus mengambil no urut baru. Hah, are you kidding me? Tapi semua itu beres ketika kami masuk ke studio 15 dan melobi fotografernya bahwa kami telat. Dan pada saat itu juga kami langsung mendapatkan tempat untuk berfoto. Yeah. Setelah merapikan diri di cermin cukup lama, kami pun mulai berfoto. Berbagai gaya dicoba, dan ditutup dengan gaya ‘muka ancur’.

Hasil salah satu foto studio. Cool!

Hasil salah satu foto studio. Cool!

Lucunya, yang akhirnya kami pilih untuk dicetak adalah yang bergaya ‘muka ancur’ tadi. Haha. Lalu ada dua foto lainnya yang dimasukan pada album, yaitu gaya formal dan gaya loncat. Huh akhirnya beres tujuan utama kami hari ini. Dan kami harus menunggu 5 hari untuk mengambil hasil dari pemotretan tadi.

We are great, agent of change!

Setelah itu kami pun sepakat untuk menutup mentoring kali ini di depan Gate I UPI, tepatnya di bawah megatron UPI. Di sana saya meminta untuk setiap adik mentor untuk menyampaikan kesan pesannya. Walau sudah menulis testimoni, tapi saya yakin jawaban mereka akan berbeda ketika berbicara langsung. Lalu akhirnya saya tutup dengan beberapa statement akhir. Dan kami pun berteriak “SATU!” ketika saya selesai berkata “Pemimpin Masa Depan” yang tak lain adalah nama kelompok yang saya berikan pada kelompok ini.

Semoga ilmu dan motivasi yang dibagi selama mentoring ini dapat berguna dan berbekas untuk kami semua. Dan keluarga kecil ini akan selalu dapat menjaga silaturahminya walau masa kaderisasi sudah berakhir. Thanks untuk Sultan, Aldo, Wawan, Icad, Aldi, Farhan, dan Faisal. KITA LUAR BIASA!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s