BBM Memang Harus Naik

Mungkin judul di atas cukup kontroversi dan banyak yang memiliki pandangan yang bersebrangan. Yap, kisah kenaikan harga BBM adalah salah satu momen yang paling banyak ditakuti dan diprotes oleh masyarakat Indonesia. Tak sedikit mendengar cerita mahasiswa berdemonstrasi menolak kenaikan BBM. Karena kita tahu jika harga BBM naik, maka akan berdampak ke semua harga kebutuhan masyarakat.

But, we have to look at behind. Harga BBM yang selama ini kita beli bukanlah harga BBM yang sesungguhnya, alias mendapat subsidi dari pemerintah. Target subsidi tersebut adalah rakyat kecil, angkutan umum, dan yang menggunakannya untuk usaha-usaha kecil. Sisanya harus menggunakan BBM non-subsisdi. Pemerintah, hingga KasKus pun terus menyerukan menggunakan Pertamax untuk bahan bakar kendaran masyarakat Indonesia yang lebih mampu. Tapi kita bisa lihat faktanya, sebagian besar BBM bersubsidi tersebut digunakan oleh masyarakat yang memiliki kendaraan-kendaraan yang terbilang bagus dan mewah. Yap, secara tidak langsung mereka, kita, atau bahkan Anda telah menggunakan uang negara yang mana diperuntukan untuk rakyat kecil. Lantas, ketika subsidi tersebut sudah melenceng sasarannya, mengapa kita harus menggertak saat BBM dinaikan?

Hal yang sama terjadi saat beberapa kebudayaan kita diklaim oleh negara tetangga. Semua lapisan masyarakat langsung menjadi nasionalis dengan marah-marah. Media sosial pun ramai dengan hujatan pada negara tetangga. Padahal bila diperhatikan, apakah kita semua suda melestarikan kebudayaan tersebut? Atau jangan-jangan kita tidak tahu tentang kebudayaan tersebut. Saya yakin masyarakat Indonesia mulai kenal dengan pulau Sipadan dan Ligitan setelah kedua pulau itu direbut oleh Malaysia. Karena begitulah mental bangsa kita saat ini.

Tak perlu dipungkiri bahwa generasi muda kita lebih suka dengan budaya negara lain dan menganggap jika melestarikan budaya sendiri dianggap udik. Tapi, saat kebudayaan itu diambil, kita semua marah-marah tak jelas. Dan itulah yang terjadi pada kenaikan BBM ini. Seharusnya masyarakat dapat berkaca diri sendiri. Bukan hanya selalu menghakimi pemerintah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s