Mentoring Besar BMAIL 2014

Mahasiswa Baru senam pagi.

Mahasiswa Baru senam pagi di Sasana Olahraga Ganesha ITB.

Ahad, 12 Oktober adalah hari diadakannya acara mentoring besar yang menjadi salah satu rangkaian dalam kegiatan Bimbingan Mahasiswa Ilmu Komputer (BMAIL) 2014. Kegiatannya dimulai dari Sasana Olahraga Ganesha (Saraga) ITB. Pagi itu saya sudah ada janji untuk berangkat dengan Tia dan Teh Nida yang sehari seblumnya sama-sama melakukan survey ke Purwakarta untuk kegiatan P2M. Pukul 05.00 WIB lebih kami sudah mulai berjalanan menuju panorama untuk mencari angkutan umum yang mengarah ke Saraga. Namun kami baru bisa bernagkat pukul 05.17 WIB karena menunggu Qory dan Adele. Tapi walau begitu kami sampai ke lokasi dengan tepat waktu karena belum terlambat (panitia harus datang pukul 05.30 WIB).

Jalan ke Pos 4 with Teh Nida dan Teh Nikmah.

Jalan ke Pos 4 with Teh Nida dan Teh Nikmah.

Sesampainya di Saraga, sudah terlihat cukup banyak mahasiswa baru yang hadir terlebih dahulu. Akhirnya setelah briefing panitia, mahasiswa baru pun diajak untuk melakukan senam pagi. Saya bersama Teh Nida dan Teh Nikmah mendapatkan posisi menjaga pos 4, yaitu di sekitar Rumah Sakit Santo Boromeus. Kami pun berjalan menyelusuri setiap pos dan sempat β€˜mampir’ dulu ke pos 3 bersama rekan-rekan yang lain. Pos 3 berada di depan SPBU Dago. Kami menunggu terlebih dahulu di sana karena yakin bahwa mahasiswa baru masih lama untuk sampai ke pos 4. Teh Nida dan Teh Nikmah pun sempat untuk sarapan terlebih dahulu. Dan karena saat itu sedang Car Free Day, maka memang jalan Dago ditutup dan warga banyak yang berdatangan sekedar untuk jalan-jalan, bersepeda, atau belanja. Karena ternyata banyak juga mahasiswa yang berjualan di CFD Dago. Maklum, selama saya tinggal di Bandung, baru kali ini saya ke CFD Dago. Hehe.

Singkat cerita kami pun sampai di pos 4. Satu persatu kelompok maru datang. Mahasiswa baru pada kegiatan itu dituntut untuk dapat berwirausaha dengan menjual makanan yang sudah disediakan oleh panitia. Ada yang baru laku 6 makanan, tersisa 9 makanan, bahkan ada beberapa kelompok yang dagangannya sudah habis bahkan saat sebelum sampai di pos 2! Wow. Akhirnya sampai kelompok terkahir, saya pun juga meninggalkan pos 4. Tapi saya meninggalkan Teh Nida dan Teh Nikmah yang ingin melakukan sesuatu yang disukai wanita (baca: jajan dan belanja).

Dago Car Free Day.

Dago Car Free Day.

Saya pun langsung bergegas ke Taman Lansia dengan melewati pasar kaget di depan Monumen Pancasila. Sumpah, dari ujung sampai bisa ke jalan sebelum menyebrang ke Lapangan Gasibu membutuhkan waktu yang lama dan energi yang banyak terbuang. Jalanan yang sempit ditambah pengapnya banyak orang membuat setelah sampai di Gasibu terasa sangat melelahkan. Ditambah cuaca Bandung yang pada saat itu sedang menyengat. Atau juga mungkin karena memang jaket yang digunakan sangat tebal. Entahlah, yang pasti saat sampai di Taman Lansia, saya melepas jaket prodi dan beristirahat mencari kesejukan.

Setelah semua mahasiswa baru terkumpul, terdapat beberapa agenda yang dilaksanakandi Taman Lansia, salah satunya orasai calon ketua angkatan 2014. Pada tahap ini baru akan dikerucutkan saja menjadi pilihan yang lebih sedikit. Karena calon ketua angkatan kali ini ada 11 orang sampai akhirnya di ujung kagiatan tersisalah 3 calon ketua angkatan yang akan dipilih pada kesempatan selanjutnya.

Kegiatan di Taman Lansia.

Kegiatan di Taman Lansia.

Acara ini berakhir sekita pukul 16.00 WIB. Respon dari mahasiswa baru bisa dikatakan sangat positif. Karena setelah pulang dari kegiatan ini, banyak mahasiswa baru yang update status di sosial media tentang mentoring besar yang menurut mereka sangat menyenangkan dan berkesan. Semoga saja semangat mereka selalu ada dan semakin tumbuh sampai akhir kaderisasi.

Oh iya, ada kejadian lucu juga saat pulang menggunakan angkutan umum. Saya, Yogi dan Tiara adalah yang terkahir menaiki angkutan umum setelah yang lainnya turun di Saraga untuk mengambil motor dan turun di Gerlong untuk mencari makan. Saat saya menerima kembalian dari sopir angkot saya mencari dompet saya. Panik. Buka tas. rogoh semua kantung di jaket. Dan akhirnya berlari ke angkot (untungnya sedang macet) dan mencari dompet yang hilang. Benar saja, dompet saya tergeletak tepat di bawah tempat saya duduk tadi. Huh, untung saja di angkot sudah tak ada orang. Dan sebenarnya saat kehilangan dompet itu bukanlah uangnya yang saya khawatirkan (dan memang dompetnya minim uang -_-), tapi surat-surat berharga seperti KTM, KTP, SIM dan kartu ATM. Bisa jadi pelajaran untuk lebih tidak melakukan suatu kecerobohan.

Walau tidak melakukan perjalanan panjang seperti satu hari sebelumnya ke Purwakarta, hari ini juga tak kalah berkesan, kok. Banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran dari hari ini. Dan hari ini diabadikan dalam tulisan ini. Great day.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s