The Speed of Elf

Villa Isola, diambil hari ini pukul 4.44 WIB.

Ceritanya dari rencana saya yang pulang akhir pekan ini untuk mengantar koper yang akan digunakan papah ke China dan mengambil binder kuliah yang tertinggal di Sumedang. Karena hari Sabtu dan Minggu ada acara kemahasiswaan di kampus, maka saya putuskan untuk berangkat hari kamis setelah pulang kuliah dan kembali ke Bandung setelah Shalat Jum’at. Ternyata ada praktikum Algortima dan Pemrograman dadakan pukul 09.00 WIB pada hari Jum’at tersebut. Sempat membuat bimbang, akhirnya saya nekad pulang dan sempat terpikir untuk mengambil jatah di hari pertama praktikum.

Dan akhirnya subuh tadi saya memutuskan untuk ke Bandung. Sekitar pukul 02.50 WIB saya diantar kakak untuk menunggu bus yang lewat. Hingga akhirnya ada elf (semacam minibus) yang sedang lewat dan memang mengarah ke Cicaheum. Akhirnya saya pun naik elf yang terkenal sadis dalam berkendara dan sudah hal yang wajar mendengar elf mengalamai kecelakaan. Tapi apa boleh buat? Saya pun berharap tak akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan.Β The Speed of Elf, hanya dalam waktu 1,3 jam kurang saya sudah sampai di PUSDAI. Dari sana saya menaiki angkot Ledeng-Caheum yang mengantarkan ke UPI langsung. Sampai UPI pun kira-kira pukul 04.35 WIB dan sempat memotret Villa Isola di jam yang cantik, 4.44 WIB.

Setelah itu saya pun ke Masjid Al-Fuqan. Ternyata masih berlangsung shalat subuh di masjid kampus terbesar se-ASEAN itu. Saya pun mengambil wudhu dan melaksanakan kewajiban saya sebagai muslim. Setelah shalat saya memutuskan untuk diam sejenak di masjid dan ternyata sang imam memberikan kultum. Isi dari kultum tersebut sangat mengena dan dibawakan dengan cara yang mudah diserap. Atau memang karena suasananya yang tenang? Entahlah. Saat kultum berakhir, kami semua yang berada di masjid saling bersalaman. Saya pun meninggalkan masjid dengan hati yang tenang.

Yang menarik adalah, hari ini pagi hari tidak terasa berat. Bahkan saat saya turun dari elf dan belum menemukan angkot, saya berjalan dulu dari PUSDAI dan itu terasa biasa saja. Tidak seberat saat bangun tidur kesiangan untuk berkuliah, badan terasa enggan untuk bangun dari tempatnya. Dan pagi ini memberikan saya banyak pelajaran tentang hidup.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s