Depadsospol on Vacation

Puncak Jayagiri, Lembang.

Puncak Jayagiri, Lembang.

Sebelum kembali ke bangku kuliah pada semester ganjil ini, anggota Depadsosopol BEM KEMAKOM 2014-2015 berencana untuk mengadakan liburan. Dan liburan yang akhirnya dipilih adalah camping ke daerah Jayagiri, Lembang. Acara tersebut dilaksanakan tanggal 30-31 Agustus 2014. Tapi pada hari H ternyata kami tak bisa untuk berlibur secara lengkap. Teh Nida, Teh Rifka dan Muti tidak bisa bergabung bersama kami karena memiliki alasan dan kepentingan masing-masing.

Kami berjanjian di Taman Partere. Dari awal rencana kami yang akan berangkat pukul 08.00 WIB dan sampai puncak pukul 11.00 WIB, ternyata sangat ngaret. Dari mulai tenda yang belum datang dan Kang Willdan yang pancinya ketinggalan di rumah. Akhirnya pukul 11.00 WIB kami baru bisa berangkat. Itupun setelah kami mendesak angkot yang memasang tarif hingga Rp 200.000,- untuk carter kita bolak-balik. Akhirnya deal di angka Rp 150.000,-. Singkat cerita kami pun sampai dan melaksanakan shalat dzuhur sebelum masuk. Dengan tiket Rp 8.000,-/orang membuat anggaran kami kurang. Alhasil di ujung acara nanti kami harus kembali mengeluarkan kocek. Tak masalah sih, yang penting kesan liburannya kena.

Di Partere, sebelum berangkat.

Di Partere, sebelum berangkat.

Kami pun mulai mendaki. Selang beberapa menit kami pun berhenti untuk istirahat. Lama-lama kami dipaksa cepat oleh Kang Agung agar cepat sampai ke puncak. Setelah mendaki kurang lebih 2 jam, akhirnya kami dapat mencapai puncak. Sebelumnya ada warung yang menjajakan gorengan dan kami pun cukup lama di sana. Setelah itu kami pun mendirikan tenda. Dan cukup banyak juga yang berkemah saat itu. Salah satu yang paling mencolok adalah adanya acara pelantikan pramuka. Kegiatan berikutnya kami mengambil beberapa foto untuk diabadikan. Dan yang saya suka adalah saat kami shalat di luar dengan suhu yang sangat dingin.

Sampai di kaki bukit.

Sampai di kaki bukit.

Istirahat dalam pendakian.

Istirahat dalam pendakian.

Ryan sedang bersantai~

Ryan sedang bersantai~

Ini ceritanya tongsis tradisional.

Ini ceritanya tongsis tradisional.

Malam di perapian.

Malam di perapian.

Malam pun datang. Kami membuat makanan dengan susah payah. Membuat api pun perlu perjuangan. Walau durasi makan sangat jauh dengan durasi saat menunggu masakan jadi, tapi tidak membuat kesan makan bersamanya hilang karena lama menunggu. Justru kami merasa cukup dengan makanan yang ada. Setelah shalat isya, kami pun berkumpul melingkari api unggun. Hingga akhirnya satu persatu dari kami pergi ke tenda untuk terlelap. Suasana sangat dingin. Saya menjadi laki-laki pertama yang masuk tenda. Tapi sesekali keluar dan membuat minuman hangat. Yang saya tahu Kang Agung selaku menteri kami tidak tidur dan menjaga semuanya dari luar. Hingga akhirnya kami pun dibangunkan oleh Kang Agung untuk shalat subuh.

Itu aku.

Itu aku.

Berfoto di pagi hari.

Berfoto di pagi hari.

Dinginnya jangan ditanya, wudhu saja seperti wudhu di air es. Menunggu pagi, kami pun bernyanyi, dan membuat video sederhana untuk menyambut mahasiswa baru dengan sebelumnya menyanyikan lagu Mars Kemakom. Dan singkat cerita kami pun membereskan semuanya dan mulai turun gunung. Turun memang lebih cepat, hanya 1 jam kurang kami sudah sampai di kaki gunung dan menunggu angkot menjemput kami.

Semoga lain kali kami dapat mengadakan acara liburan yang lebih berkesan lagi dengan anggota full-team dua belas orang. Kritis, Mengabdi, Berjuang!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s