Ketika GIK Sudah Bukan GIK Lagi

Sumber gambar: Foursquare, upload by Uliana P.

Sewaktu akan memasuki masa-masa akhir sekolah putih abu, tentu dari setiap siswa memiliki rencana untuk ke depan. Entah itu berkuliah, masuk akademi, kerja, dll. Saya memiliki rencana untuk berkuliah. Saat itu saya mengatakan kalau tidak masuk kampus gajah duduk, saya ingin berkuliah di FPMIPA UPI tak peduli jurusan apa yang akan saya ambil kecuali Biologi. Padahal saya berpeluang besar untuk masuk jurusan favorit di salah satu kampus ternama di Jatinangor, Sumedang yang jelas dekat dengan rumah saya (tidak usah kost). Tapi entah kenapa tak ada rasa tertarik sedikitpun untuk berkuliah di sana. Padahal kampus itu adalah kampus terfavorit di SNMPTN atau SBMPTN se-Indonesia.

Singkat cerita saya googling tentang FPMIPA UPI. Dan hal yang membuat saya tertarik tentu saja gedungnya. Yap, gedung yang dibangun atas dana hibah dari Japan International Cooperation Agency (JICA) ini sangat megah, modern, dan katanya semua unsur dari gedung ini dibawa langsung dari Jepang. Saya pun mantap memilih kampus ini untuk menjadi kampus kedua dalam pilihan saya di SNMPTN setelah kampus ganesha. Walau akhirnya saya berkuliah di Ilmu Komputer UPI via SBMPTN. Menyesal? Tidak. Karena pilihan kampus kedua bagi saya bukan suatu pelarian. Kalaupun saya gagal masuk yang pertama, masuk FPMIPA UPI pun saya sangat senang. Dan saya langsung terbayang saya berkuliah di gedung FPMIPA (biasa disebut dengan JICA sesuai dengan pemberinya) dan saya adalah mahasiswanya. Great.

Gedung JICA, FPMIPA UPI. Sumber: ghina0900950.blogspot.com

Tapi nampaknya saya harus murung dengan pemberitahuan bahwa khusus untuk Ilmu Komputer dan Pendidikan Ilmu Komputer, kuliah di JICA hanya pada semester 1 saja. Itupun hanya pada mata kuliah dasar fakultas (MKDF). Jadi di mana saya akan berkuliah ke depannya? Di sebuah gedung kecil di samping Gymnasium yang berlabel FPMIPA-C, yang sering disebut oleh mahasiswanya sebagai Gedung Ilmu Komputer (GIK). Dan benar saja, di lobby pun terdapat tulisan yang menegaskan bahwa gedung ini adalah gedung untuk mahasiswa Ilmu Komputer UPI. Hah? Jadi setelah masuk FPMIPA saya harus berkuliah di sini? Saya pun mencari di google dan menemukan beberapa blog yang menceritakan tentang Ilmu Komputer yang ‘ditendang’ dari FPMIPA bahkan merasa bukan bagian dari FPMIPA. Mungkin itu karena gedung kami yang terpisah dari gedung fakultas termewah di UPI itu.

Tapi lama kelamaan sudah menjadi biasa. Apalagi setelah memasuki semester 2 yang sama sekali tak ada kuliah di JICA. Rasanya? Nyaman! Kami seperti memiliki rumah sendiri. Datang ke kampus, masuk ke GIK pasti akan bertemu dengan mahasiswa Ilmu Komputer lainnya. Kami jadi mengenal wajah-wajah siapa saja mahasiswa Ilkom. Tak seperti fakultas lain yang bercampur aduk. Di GIK, benar-benar membuat mahasiswanya nyaman bahkan sangat nyaman. Setelah shalat atau dari lab yang mengharuskan melepas sepatu dan harus ke suatu tempat pun kadang-kadang mahasiswa sudah biasa untuk nyeker. Dan anehnya itu sudah menjadi pemandangan yang biasa. Rapat duduk bersila di lantai lobby sudah menjadi rutinitas dari banyak kegiatan entah itu kepanitiaan atau yang lainnya. Atau hanya sekedar untuk bersantai, halaman depan GIK menjadi tempat nongkrong yang cukup nyaman dengan pemandangan orang yang berlalu-lalang.

Semester 3 mulai masuk. Ada perubahan akademik yang mengubah sistem penggunaan gedung di FPMIPA. Awalnya itu hanya isu belaka. Tapi semakin yakin setelah ketua prodi Ilmu Komputer, Pak Jajang mengatakan hal serupa pada acara halal bi halal yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu. Beliau mengatakan bahwa tidak ada lagi Gedung Ilmu Komputer, yang ada hanya FPMIPA-C. Karena mahasiswa Ilmu Komputer juga akan berkuliah di FPMIPA A (JICA) dan FPMIPA B (gedung baru). Ada senang ada juga yang tidak. Mungkin senang karena kami akan lebih dianggap oleh teman-teman mahasiswa jurusan FPMIPA lainnya. Tapi yang membuat kami enggan adalah identitas GIK yang hilang. Yap, mahasiswa dari jurusan Fisika, Kimia, Matematika, Biologi, dan IPSE pun kini menggunakan GIK.

Pertanyaannya adalah, akankah GIK tetap menjadi GIK? Yang di mana mahasiswa Ilmu Komputer merasa gedung kampus ini sebagai rumah karena “hanya kami” yang berada di sini. Atau semua akan menjadi kaku. Tidak ada lagi mahasiswa nyeker setelah dari mushola, atau tidak ada lagi rapat di lantai lobby, dan mungkin kami tak akan merasa nyaman saat melihat mahasiswa dari jurusan lain nongkrong di halaman GIK yang selama ini dilakukan oleh mahasiswa Ilmu Komputer. Jika itu benar-benar terjadi, maka sungguh sayang sekali untuk mahasiwa baru angkatan 2014 dan ke depannya. Mereka tidak akan merasakan GIK yang nyaman bagi mahasiswa Ilmu Komputer. Mereka tak akan merasakan masuk GIK dan bentrokan kelas dengan kakak tingkatnya yang membuat mereka saling mengenal walau hanya sekedar mengenal wajah. Atau mungkin tulisan “Program Studi Ilmu Komputer Pendidikan Ilmu Komputer” yang terpajang di dinding lobby akan dicopot. Saya belum tahu untuk itu. Yang pasti, walau GIK sudah bukan murni GIK lagi, saya yakin kami semua tetap akan menyebutnya dengan sebutan Gedung Ilmu Komputer, atau GIK.

Iklan

11 thoughts on “Ketika GIK Sudah Bukan GIK Lagi

  1. serasa ada ‘sesuatu’ yang hilang di hati ini pas udah baca tulisan ente …
    hehehe, moga aja smester 5 ini masih bisa kuliah di gik,,,

  2. πŸ™‚ senyum aja ahhhh hhheeuuuu
    Sblm 2011 gik kya rumah,…. Stelah 2011 gik udh mulai kaya kampus aja πŸ™‚ tapi ada bagusny dirangkul kembali oleh fpmipa,….

    Semoga ga cuman setahun dua thun,….. Dan semoga tidak ‘diusir’ lgi pindah k gedung lain πŸ™‚ jadi mahsiswa diperlakukn lebih humanis πŸ™‚ semoga tetap jadi keluarga masiswa ilmu komputer πŸ™‚ semoga πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s