Kenapa Unpad Menjadi Terfavorit di SNMPTN 2014?

Sumber: seputarkampus.com

SNMPTN 2014 telah selesai. Banyak yang tersenyum dengan hasil yang diraih pada tanggal 27 Mei 2014 kemarin. Tapi yang cemberut tentu lebih banyak. Jumlah pendaftar yang sangat besar dibandingkan dengan daya tampung membuat sebagaian besar pendaftar harus masih berjuang di SBMPTN dengan tes tulis. Yang menarik adalah fenomena Universitas Padjadjaran yang menjadi kampus paling favorit mengalahkan ‘The Big 3’ (UI-UGM-ITB). Bahkan yang lebih mengejutkannya lagi adalah 2 dari 3 kampus yang disinyalir sebagai 3 kampus paling prestisius di Indonesia itu tak masuk 10 besar PTN favorit peserta SNMPTN 2014. Hanya UGM yang bertengger di posisi kedua di bawah Unpad.

Berikut susunan PTN terfavorit di SNMPTN 2014:

  1. Universitas Padjadjaran
  2. Universitas Gadjah Mada
  3. Universitas Sumatera Utara
  4. Universitas Diponegoro
  5. Univeritas Brawijaya
  6. Universitas Negeri Semarang
  7. Universitas Pendidikan Indonesia
  8. Universitas Sebelas Maret
  9. Universitas Negeri Yogyakarta
  10. Universitas Negeri Malang

Bayangkan, 9 dari 10 universitas terfavorit berada di pulau Jawa. Dan Universitas Padjadjaran menjadi pemuncak kampus dengan pendaftar SNMPTN terbanyak tahun ini. Menarik untuk di bahas mengapa Unpad sampai menjadi kampus terfavorit bahkan mengalahkan ‘The Big 3’.

Sebelumnya saya sudah menjelaskan jenis-jenis kampus yang ada di Indonesia di sini. Dan jenis kampus itu mempengaruhi pilihan bagi calon pendaftar tentunya. Kita tahu bahwa siswa SMA dengan jurusan IPA dapat memilih program studi soshum dan tidak berlaku sebaliknya (walau tahun ini ada batasan jalur pilihan sesuai dengan jurusan di SMA, tapi tak semua kampus). Ini menyebabkan siswa IPA dapat memilih soshum dan siswa IPS hanya memilih soshum tidak bisa saintek. Maka akan terjadi penumpukan di soshum. Mengapa? Karena walau berasal dari IPA, program studi seperti manajemen, hukum, psikologi dipandang lebih ‘menjamin’ bagi calon mahasiswa. Oleh karena itu, tak heran jika pemilih soshum lebih membludak dari pada program studi saintek. Oleh karena itu mungkin terjawab kenapa ITB tidak masuk di daftar 10 besar ini.

“Kampus umum jelas lebih diminati oleh calon mahasiswa.”

Yap, program studi soshum! Siapa lagi jagoannya kalau bukan kampus umum. Enam dari sepuluh daftar tersebut adalah kampus umum. Selain itu adalah kampus pendidikan. Banyak yang memilih kampus pendidikan karena untuk sebagian orang ‘lebih jelas’ ke depannya akan seperti apa. Bahkan dengan adanya sertifikasi guru, kampus ini pun menjadi makin popular. Tapi sebagian orang lagi berpikir bahwa menjadi seorang guru tak jauh lebih baik jika dia bisa kerja kantoran. Oleh karena itu tak dapat dipungkiri, kampus umum jelas lebih diminati oleh calon mahasiswa karena di dalam pikirannya adalah masuk jurusan seperti manajemen dan dapat bekerja menggunakan dasi di kantor yang mewah. Terbukti, 5 besar dari daftar tersebut adalah kampus umum.

Oke, jika teori mengapa ITB tak masuk 10 besar PTN favorit sudah dijelaskan di atas karena masalah jenis kampus, maka ada apa dengan UI? Kita tahu bahwa UI adalah salah satu kampus umum terbaik di Indonesia dengan UGM. Tapi mengapa tak masuk di daftar 10 PTN terfavorit? Menurut saya adalah dalam hal biaya. Ya, biaya untuk kuliah menjadi salah satu pertimbangan yang cukup utama dalam calon mahasiswa menentukan di mana ia akan kuliah. Jika disuruh untuk memilih kedua kampus umum terbaik antara UI atau UGM untuk kuliah, dengan pertimbangan biaya tentu calon mahasiswa akan memilih UGM. Dengan letak Depok yang dekat dengan ibu kota, calon mahasiswa pasti berpikir akan dikelilingi oleh orang-orang metropolitan yang akan merubah gaya hidupnya juga. Walau mereka belum tahu yang sebenarnya, tapi itu bisa menjadi suatu pemikiran. Dan jika kita berkunjung ke twitter resmi kedua universitas tersebut, maka akan sangat kontras sekali antara UI dan UGM. Header twitter UI memperlihatkan perpustakaan utama UI yang sangat mewah. Perpustakaan itu mungkin menjadi salah satu bangunan termewah di Indonesia dengan arsitekturnya yang unik. Sedangkan UGM memperlihatkan pemandangan sawah beserta pak petani. Ini tentu menjadi citra bagi kedua kampus. UI mendapatkan citra sebagai kampus elite (yang otomatis orang berpikir bahwa kuliah di UI sangat mahal), sedangkan UGM memiliki citra bahwa UGM tempat kuliah rakyat. Dan mungkin itu cukup untuk membuat UI tak termasuk 10 PTN terfavorit.

Screenshot (67)s

Twitter Universitas Indonesia.

Twitter Universitas Gadjah Mada

Twitter Universitas Gadjah Mada

Lalu kenapa UGM masih kalah dengan Unpad? Nah, oke ini yang terakhir. Pertama kita tahu bahwa penduduk Jawa adalah yang terpadat di Indonesia. Mungkin itu akan berbanding lurus dengan jumlah calon mahasiswa yang kaan melanjutkan pendidikannya di PTN. Dari 10 kampus yang ada pada daftar, hanya USU yang berasal dari luar Jawa. Dan jika dilihat dari pulau Jawa sendiri, Jawa Barat adalah provinsi yang terpadat. Dan di sini adalah kuncinya. Karena Jawa Barat hanya memiliki Unpad sebagai kampus umum! Yap, ditambah dengan program Unpad Nyaah Ka Jabar (Unpad sayang Jabar) tentu Unpad akan menguasai pilihan calon mahasiswa Jawa Barat tentunya. Dengan posisi Jawa Barat sebagai provinsi terpadat di Jawa, dan Unpad hanya satu-satunya kampus umum di Jawa Barat, maka semua akan menumpuk di Unpad. Tak seperti Jawa Tengah yang memiliki 2 pilihan antara Undip di Semarang dan UNS di Solo. Dan Jawa Timur yang memiliki Unair dan UB. Karena jarak dari kota asal pun menjadi pertimbangan untuk menentukan kampus untuk berkuliah.

Dan tak boleh lupa juga bahwa setiap pendaftar SNMPTN harus mendaftar di salah satu kampus yang berada di provinsi yang sama dengan sekolah dia berasal. Dengan alasan-alasan di atas yang saya simpulakan bahwa kampus umum menjadi favorit, pasti calon mahasiswa di Jawa Timur akan ‘terbagi’ pilihan ke UB atau Unair. Sedangkan Jawa Barat berfokus pada Unpad. Tapi kan tidak semua mahasiswa berasal dari provinsi di mana kampus tersebut berada? Ya, memang. Tapi angka itu kecil dibandingkan mahasiswa yang juga berasal dari provinsi yang sama. Karena banyak orang yang memikirkan jarak dari kota asal untuk tempat mereka berkuliah seperti yang saya jelaskan di atas.

Dengan berbagai faktor, saya tidak heran jika Unpad, kampus yang berpusat di Jatinangor, Sumedang ini menjadi kampus terfavorit di SNMPTN bahkan hingga mengalahkan ‘The Big 3’. Tapi bukan berarti ini juga menjadi rujukan kualitas. Karena penghargaan terfavorit berbeda dengan penghargaan terbaik. Terfavorit dilihat scara subjektif. Sedangkan terbaik dilihat secara objektif. Kampus terfavorit belum tentu menjadi kampus terbaik pula. Dan juga sebaliknya. Jika terfavorit dapat dilihat dari angka pendaftar, maka terbaik sulit ditentukan. Karena tiap kampus memiliki jenis-jenis yang berbeda yang rak bisa disejajarkan. Tak bisa kampus teknik disejajarkan dengan kampus umum atau dengan kampus pendidikan apalagi kampus keagamaan. Yang penting sejauh mana kampus-kampus di negeri ini berdedikasi dan berguna bagi negara ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s