Pekan 10!

Hari ini adalah pekan ke-10 Tutorial alias pekan terkahir kuliah dhuha sebelum penutupan di 2 minggu ke depan, karena untuk minggu depan akan dilaksanakan pengukuhan binder, semacam program tutorial juga yang nantinya akan menjadi tutor untuk adik tingkat selanjutnya (mungkin seperti itu yang saya tahu, hehe). Begitu juga dengan BAQI. Berarti ini akan menjadi pertemuan terkahir saya dan kelompok saya untuk diajar oleh Kang Egi selaku tutor mengajar kami. Dan di perkan terakhir ini, kelompok kita lah yang bisa disebut paling ramai. Hadir 9 dari 10 orang yang ada. Karena jika dilihat, kelompok lain sangat sepi, bahkan banyak yang digabung. Akhirnya tutoring BAQI pun ditutup dengan bersalaman dengan Kang Egi. Ada rasa sedih sih, harus berpisah di pertemuan formal bersama orang yang telah mengajarkan saya dan kawan satu kelompok mengaji lebih baik, walau kita masih bisa bertemu tentunya. Karena kita semua satu fakultas. Saya dan Aji dari Ilmu komputer, Harya, Davi, Krisnanda, Tito, Hari, Gani dari Pendidikan Ilmu Komputer, Aziz dari IPSE, dan terakhir Arif dari Pendidikan Fisika. SedangkanKang Egi pun berasal dari Pendidikan Matematika.

Ada hal yang menarik hari ini untuk tutorial, yaitu pembicaranya adalah Prof. Dr. H. Munir, M.IT, seorang guru besar, direktur UPInet, juga sebagai dosen saya di Ilmu Komputer. Saya sempat mengontrak kelas beliau di Pengantar Teknologi dan Informasi saat duduk di semester 1 silam. Dan tema yang diangkat kali adalah “Islamisasi Sains”. Tidak seperti pembicara lainnya yang kita harus menunggu lama, Pak Munir sudah duduk di Al-Furqan semenjak kami masih melakukan tutoring BAQI. Dengan baju koko dan pecinya, sangat berbeda dengan penampilan yang sering saya lihat dengan setelan dosen sekelas professor, hehe.

“Tugas kita adalah membuat iblis menangis.” – Prof. Dr. H. Munir, M.IT

Pak Munir lebih banyak menjelaskan tentag kebesaran Allah yang dikaitkan dengan ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini. Cukup membuka pikiran tentang perdebatan banyak orang yang membandingkan ilmu pengetahuan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Dan beliau juga berpesan bahwa kita memiliki tugas, yaitu harus membuat iblis terus menangis. Beliau juga menjelaskan 4 kondisi saat iblis menangis dan 2 kondisi saat iblis tertawa. Salah satu dari kondisi saat iblis menangis adalah ketika Nabi Muhammad, yang sudah disebutkan dari kitab-kitab terdahulu sebagai Ahmad terlahir ke dunia.

Tapi jujur saya kecewa dengan sound di Al-Furqan kali ini. Tidka terdengar jelas seperti biasanya, alhasil banyak yang berisik di barisan belakang yang membuat materi ada yang tidak terdengar jelas. Tapi selebihnya menarik. Karena baru hari ini saya duduk sedepan itu. Biasanya para mahasiswa Ilmu Komputer duduk di tengah, kali ini sebagian duduk di depan. Mungkin karena Prof. Munir Effect.Β Haha.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s