Waktu Krusial

Ada yang membuat sedikit membuat kaki bergetar hari ini, yaitu saat evaluasi 2 praktikum mata kuliah Algoritma dan Pemrograman. Banyak teman yang sudah handal dalam bidang ini. Apalagi kalau sudah dihadapkan dengan online judge yang akan memerika source code kita apakah sudah sesuai dengan apa yang diminta oleh program tersebut. Suatu kebanggaan sendiri jika berhasil menyelesaikan ini dengan benar. Karena jika memasuki kuis dan semacamnya, biasanya yang dapat berhasil mengerjakannya dengan benar dapat dihitung dengan jari.

Evaluasi kali ini membuat sebuah program penghitung huruf a yang berada di antara karakter “lh” dan “*”, waktu yang diberikan 90 menit. Menit 44, Faisal yang memang sudah diakui kemampuannya dalam bidang pemrograman di kelas sudah berhasil dan menduduki peringkat pertama. Lalu 19 menit kemudian, Rahmat yang memang mantan siswa RPL di SMK-nya menyusul. Dan hingga waktu menyisakan 10 menit, hanya mereka berdua yang berhasil mengerjakan soal tersebut. Destanti yang bisa disebut sebagai saingan Fasial pun tidak menunjukkan keberhasilan. Indraga, Aji, Rendy, Irfan Yasir pun masih belum correct. Dan mungkin semua berpikir bahwa hanya dua oranglah yang berhasil menyelesaikan soal tersebut.

“keberhasilan masih bisa diraih walau di waktu krusial.”

Terlihat beberapa orang sudah menyerah dan bersiap meninggalkan ruangan. Bahkan Naufal sudah keluar terlebih dahulu. Oke game over. Tapi saya masih penasaran dan terus berusaha. Dan akhirnya saya mendapatkan algoritmanya di menit-menit terakhir! Bahkan setelah saya menyelesaikan kode program saya, asdos sudah mematikan proyektor dan bersiap pulang. Melihat waktu masih ada, bergegas saya meng-upload kode program saya dan…. CORRECT! Saya berhasil menjadi orang ketiga yang berhasil mengerjakan program ini. Merasa tercengang, karena saya berhasil di menit-menit akhir yang mungkin orang lain sudah pasrah lalu enggan lanjutkan kode programnya. Dari sana saya sadar bahwa keberhasilan masih bisa diraih walau di waktu krusial. Coba banyangkan apabila saya menyerah ketika waktu sudah sempit. Mungkin saya tak akan berhasil seperti hari ini.

Huh. Mungkin itu adalah pelajaran terbaik yang bisa diraih hari ini. Karena pelajaran hidup itu datang tak kenal tempat dan waktu, kan? Haha.

Screenshot hasil akhir CSPC Evaluasi 2.

Screenshot hasil akhir CSPC Evaluasi 2.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s