Pameran Hajat Seni Rupa

Sedang melihat salah satu karya di Griya Seni Popo Iskandar. Taken by Indra Yantomo.

Hari ini adalah pembukaan Hajat Seni Rupa UPI 2014. Saya termasuk orang yang sedikit tahu perkembangan acara ini karena saya menjadi anggota Studio 229 UPI yang tidak dapat dipungkiri bahwa dominasi mahasiswa Seni Rupa sangat kental di UKM ini. Bahkan sekre Studio 229 pun sudah sama saja dengan markasnya mahasiswa Seni Rupa. Karena acara itulah sekre sepi. Hingga akhirnya beberapa anggota datang dan ternyata kami disuruh untuk menuju ke pembukaan acara Hajat Seni Rupa di jalan antara gedung FPBS lama dan Amphiteater. Pembukaan sangat menarik. Tidak menggunakan backdrop, sebuah segitiga raksasa yang menjadi ikon acara ini menjadi objek yang berada di belakang panggung. Pembukaan pun diisi dengan acara tari-tarian yang bekerjasama dengan Seni Tari UPI. Dan di akhir pembukaan, mahasiswa Seni Rupa mebagikan sepiring tumpeng pada hadirin. Tapi saya tidak kebagian, hehe.

Akhirnya dibimbing oleh Teh Mahar kami menuju Pameran 21 yang berada di Amphiteater. Di sana saya cukup banyak mengambil gambar dari beberapa karya yang saya suka. Dan ternyata bukan itu saja, masih ada 5 pameran lagi. Dan yang kedua adalah pameran โ€œThe Legendโ€ di mana kita diajak ke Griya Seni Popo Iskandar (GSPI). Alm Popo Iskandar adalah seniman sekaligus dosen Seni Rupa UPI yang sudah cukup melegenda di dalam dunia kesenirupaan. GSPI berbentuk sebuah rumah yang nyaman, yang di dalamnya didesain menjadi sebuah studio pameran. Bersama Indra, saya saling ganti membantu untuk mengambil foto. Dan di sana juga dibagikan makanan dan minuman manis secara gratis untuk pengunjung, haha.

Halaman depan Griya Seni Popo Iskandar.

Cukup sore kami berada di GSPI, akhirnya kami melanjutkan perjalanan apresiasi ini ke FPBS. Sebelumnya kami shalat dulu di mushola lantai dua FPBS. Ya lumayan bisa sambil check-in di Foursquare, hehe. Lalu kami pun melanjutkan ke basement FPBS tepatnya di studio desain. Di perjalanan menuju sana Teh Mahar dan A Rifki menawarkan makan. Hah? Makan? Iya makan! Dan ternyata di sana ada semacam parasmanan dan kita bisa mengambil makanan apa saja yang tersedia. Ada nasi atau soto yang siap disantap sebagai makanan berat, cemilan-cemilan, dan juga disediakan es jeruk, kopi, dan teh manis yang siap dinikmati oleh pengunjung. Akhirnya saya dan Indra pun makan di sana, hehe. Namun setelah itu tetap kita kembali ke jalan yang lurus yaitu mengapresiasi karya para seniman yang ikut meramaikan Hajat Seni Rupa. Menariknya di kategori ini adalah hasil karya seni dari mahasiswa berbagai LPTK seperti UNJ, UNY, UNS, dll. Sepertinya ada kaitan yang sangat baik antar sesama jurusan seni rupa dari LPTK khusunya di daerah Jawa dan Bali.

“Ada karya seni berupa robot dan instalasi resepsi pernikahan.”

Lanjut, kita menuju Gedung PKM untuk melihat dua pameran lagi, (jadi kalau dihitung Cuma ada 5 pameran ya? Ah sudahlah). Tak kalah menarik, pameran di PKM ini khusunya yang berada di lantai dua sangat menarik. Bahkan ada karya seni berupa robot dan instalasi resepsi pernikahan! Wow, jika sudah cinta terhadap seni ini, berapapun biaya yang dikeluarkan untuk berkarya mungkin tak menjadi kendali. Dan akhirnya waktu sudah menunjukkan jam setengah 7 malam. Akhirnya kami pun pulang setelah sebelumnya diberi beberapa arahan dari A Rijal untuk pertemuan Studio 229 minggu depan. Dan cerita muter-muter di pameran ini pun ditutup dengan shalat di Al-Furqan.

Tetap apreasiasi karya seni. Karena untuk membuatnya tak semudah membuat kopi instant. Semoga semakin maju kesenirupaan di Indonesia, khususnya di Universitas Pendidikan Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s