Liga Mahasiswa Badminton West Java Conference

Sudah lama saya tak menulis lagi di blog ini. Mungkin karena kesibukan kuliah yang membuat waktu tersita dan tak sempat menulis secara kontinu seperti dahulu kala, haha. Banyak momen yang terlewatkan dan terlanjur malas untuk saya tulis. Seperti perjuangan membuat robot Sydroid sebagai UTS Rangkaian Elektronika, atau pematerian di Studio 229. Dan kali ini pun saya akan bercerita tentang Liga Mahasiswa Badminton yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan banyak mahasiswa, khususnya yang menyukai olahraga tentunya.
Kemarin adalah Final Liga Mahasiswa Badminton West Java Conference yang dilaksanakan di Sport Hall, UPI di Bandung. Tiga tim universitas teratas dari setiap konferensi akan melanjutkan di jenjang nasional. Untuk West Java Conference (WJC), tim dari STKIP Pasundan yang sudah mengalahkan Universitas Negeri Siliwangi berhak melaju ke tingkat nasional setelah mendapatkan posisi ke-3. Sebelumnya, Universitas Pendidikan Indonesia selaku tuan rumah dan Universitas Komputer Indonesia sudah memastikan melaju ke nasional setelah keduanya melaju ke babak final. Dan tentu saja sepulang UKM Studio 229 saya menonton ke Sport Hall. Selain karena UPI adalah kampus saya, para player yang mewakili UPI banyak yang saya kenal. Apalagi A Deris itu adalah tema sekostan saya di Gegerkalong.
Sebelumnya, saya pernah menonton ketika tim putra maupun putri sama-sama mengalahkan ITB dengan skor 5-0. Dan entah kebetulan atau apa, kali ini kedua tim dari UPI tersebut sama-sama juga melawan tim dari Unikom di laga final. Dengan mudah, tim putri UPI menjuarai kejuaraan tersebut dengan mengalahkan tim Unikom dengan skor 3-0 langsung. Dan pertandingan putra pun dimulai kira-kira pukul 18.00 WIB. Tentu ini akan menjadi pertandingan yang panas. Tim putra UPI yang menjadi runner-up tahun lalu se-nasional akan melawan Unikom yang akhir-akhir ini badmintonnya patut diperhitungkan.
Benar saja, pertandingan berjalan sangat menegangkan. Match pertama UPI harus takluk. Hingga akhirnya sampai match ke-4, skor imbang pun sama 2-2. Tentu pertandingan terkahir sangat menentukan dan menegangkan. Apalagi A Deris yang bertandingan. Bahkan match terakhir harus berjalan dengan rubber game setelah pada game pertama Unikom menang dan dibalas oleh tim UPI pada game kedua. Tapi apa daya, pada rubber game, Unikom berhasil mengalahkan UPI dan menjadi juara.
Tapi selain itu ada juga yang menarik, yaitu penampilan dari Gymnastic UPI yang menghadirkan senam akrobatik yang sangat menarik. Huh, pertandingan untuk tim putra sampai 3 jam lamanya. Walau berkahir dengan kekalahan, tapi sangat salut untuk tim badminton UPI yang sudah berjuang. Dan mungkin saja mereka akan lebih berjaya lagi di tingkat nasional. Aamiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s