Praktikum Rangkaian Elektronika

Yeah, kali ini saya akan sharing sedikit tentang penyolderan komponen elektronika. Sebenarnya sih postingan ini jadi tugas praktikum mata kuliah rangkaian elektronika, jadi semoga bisa bermanfaat bagi siapapun yang mungkin juga butuh informasi untuk praktikum di laboratorium, hehe. Nah, ceritanya di sini kita akan membuat sebuah rangkaian sederhana: Membuat sebuah LED dapat menyala dengan hambatan yang pas. Karena jika hambatannya kecil, LED akan meletup. Dan jika hambatannya terlalu besar, maka nyala lampu akan redup. Yang akan digunakan sebagai sumber tegangan adalah baterai 9 V.

Bahan dan alat yang digunakan untuk praktikum ini adalah:

  1. LED sebagai indikator keberhasilan rangkaian
  2. Resistor sebagai hambatan agar LED tidak meletup
  3. PCB (Printed Circiut Board) sebagai media rangkaian
  4. Baterai 9V sebagai pemberi tegangan
  5. Solder 30-60 Watt sebagai alat untuk menyolder
  6. Tinol sebagai bahan untuk menyolder
  7. Pasta tinol untuk membersihkan jarum solder
  8. Masker dan kacamata lab untuk keselamatan kerja (jika ada)
  9. Dan yang terkahir adalah arus listrik agar solder bisa berfungsi, hehe

Tentu selain bahan dan alat di atas, dibutuhkan juga ketelitian, kewaspadaan, kesabaran, ketenangan, dan mental yang kuat untuk menerima kenyataan terburuk (lebay), haha.

Printed Circuit Board (PCB). Sumber: hubbardhall.com

Oke kita mulai dengan menyolder. Cara menyolder yang baik adalah dengan jarum solder ke lubang PCB, dan mulai mendekatkan tinol hingga tinol meleleh memenuhi lubang PCB. Tentu setelah solder dipanaskan. Pemilihan solder 30-60 Watt disebabkan untuk menghindari overheat yang akan merusak komponen elektronika. Jadi diharapkan solder hanya akan melelehkan tinol, kalau sampai kaki komponen ikut meleleh kan repot, hehe. Parameter kelayakan penyolderan dapat dilihat dari hasil penyolderan itu sendiri. Penyolderan yang baik adalah bekas lelehan tinol menutupi lubang PCB tapi juga tidak oversize sampai menutupi lubang PCB di sebelahnya.

Contoh hasil penyolderan yang benar dan salah. Sumber: dien-elcom.com

Jika sudah berhasil menyolder dengan baik dan benar dan sesuai EYD (Elektronika Yang Disolder, haha bercanda) kita mulia dengan membuat rangkaian seri pada PCB. Karena saya menggunakan LED merah, maka hambatan yang dianjurkan adalah 200 sampai 400 ohm. Karena yang saya miliki adalah resistor 100 ohm, maka saya menggunakan 2 resistor 100 ohm untuk rangkian seri. Karena rangkaian seri, maka kita hubungkan LED dan dua resistor tersebut secara sejajar. Misalkan kita menghubungkan kutub negatif LED pada satu kaki resistor 1 dan menghubungkan kaki resistor 1 yang lain pada satu kaki resistor 2, maka LED dapat menyala dengan menghubungan kaki LED pada kutub positif baterai dan kaki resistor 2 yang bebas pada kutub negatif baterai. Dan tarrraaaaa… LED pun menyala tanpa meletup atau redup.

Rangkaian Seri.

 

Rangkaian paralel. Sumber: abisabrina.wordpress.com

Setelah yakin bahwa LED dapat menyala dengan baik, maka kita dapat mulai menyolder komponen tersebut agar terpatri pada PCB. Setelah menyolder, bagian kaki-kaki komponen yang menjadi penyamung rangkaian dapat kita potong rapi dan disolder juga agar tidak lepas. Dan rangkaian pertama pun berhasil.

Nah, yang kedua adalah rangkaian paralel. Rangkaian ini sedikit berbeda dengan seri. Karena pada rangkaian ini, kaki-kaki resistor disatukan langsung seolah menjadi satu resistor. Di sini saya menggunakan 3 resistor 100 ohm. Karena jika hanya menggunakan 2 resistor, maka total hambatan resistor adalah 50 ohm, dan LED berpotensi meletup. Mengapa saya hanya meggunakan resistor 100 ohm? Karena semua resistor yang saya miliki mempunyai nilai habatan 100 ohm (sumpah gak penting). Nah, Jadi satu kaki LED kita hubungkan dengan 3 kaki resistor sekaligus, dan 3 kaki resistor lainnya juga disatukan dan sisakanlah satu kaki yang dibiarkan panjang sebagai media mengalirnya tegangan. Setelah dicoba dan LED menyala dengan indahnya, rangkaian pun dapat mulai disolder agar terpatri pada PCB. Dan rangkaian sederhana pun selesai.

Hasil praktikum RE Rabu 19 Maret 2014.

Tapi ingat, hal yang utama dalam pekerjaan praktikum ini adalah keselamatan kerja. Hindarilah hal-hal yang dapat membahayakan Anda saat menyolder, seperti mengobrol dengan teman, mengobrol dengan boneka atau hal-hal yang lebih ekstrim seperti bermain tetris battle sambil menyolder, karena keselamatan kerja adalah yang utama (bijak). Terima kasih sudah berkunjung, make your work fun!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s