Jalan-Jalan ke Kebun Teh Lembang

Bersama Natassa dan Yopi di kebun teh, Lembang. Sumber: Mugni

Bersama Natassa dan Yopi di kebun teh, Lembang. Sumber: Mugni

Setelah kekalahan mereka di LKTI BFUB tadi siang, saya dan Pak Asep pun berinisiatif untuk mengajak Natassa, Yopi dan Mugni untuk mengunjungi Observatorium Bosscha di Lembang. Karena perjalanan kita ke Sumedang akan melalui jalur Subang. Masih terlihat dari raut wajah jika mereka masih kecewa dengan hasil yang didapatkan. Yopi pun mengatakan bahwa mereka samapi tidak liburan untuk proyek ini. Bahkan selama 4 hari ini mereka bulak-balik Sumedang-Bandung untuk mengikuti kegiatan ini. Tapi harus saya akui bahwa mereka sangat hebat karena sudah bisa tembus final dan masuk top 10 se-Indonesia.

“Senyuman pun mulai terlihat dari wajah mereka.”

Sialnya, ternyata jalan untuk ke Bosscha sudah terlewat dan terlalu macet untuk berbalik arah lagi. Akhirnya kami memutuskan untuk berfoto-foto ria saja di kebun teh Lembang. Sambil di jalan kami saling cerita menghangatkan suasana. Dan senyuman pun mulai terlihat dari wajah mereka seiring dengan target mereka di LKTI yang akan datang. Tentu saja karena mereka masih kelas XI, masih ada kesempatan untuk memperbaiki karya ilmiah mereka untuk tahun depan. Bahkan diperjalanan, kami pun berbincang mengenai usulan untuk mengadakan penelitian di Lembang.

Akhirnya kami pun memilih satu tempat makan di pinggir jalan. Kami berencana untuk mencicipi sate kelinci. Kecuali Natassa yang memesan bakso. Sembari menunggu makanan tersaji, kami pun masuk ke kebun teh dan mengambil beberapa gambar di sana. Saya pun merekam momen tersebut menggunakan handy cam yang dibawa oleh Mugni. Semua kekecewaan yang ada di pikiran mereka seakan sirna. Kami semua tertawa bahagia, terlebih dengan adanya uap saat kami bicara. Seperti sedang musim dingin di Eropa. Karena kebetulan saat itu baru saja turun hujan. Dan kami pun bermain-main dengan uap dari mulut kami. Merekamnya sambil bilang “Kami bukan di Eropa, kami di Lembang”. Haha. Menyenangkan sekali. Berasa jadi anak SMA lagi. Hehe.

Saat sedang makan sate kelinci di Lembang. Taken by Natassa.

Saat sedang makan sate kelinci di Lembang. Taken by Natassa.

Setelah puas berfoto di kebun teh, kami pun menuju tempat makan dan mulai memakan apa yang dihidangkan, yeah sate kelinci. Ini adalah pertama kali kami memakan sate kelinci. Rasanya? Aneh dan sedikit geli. Tapi enak, sih. Hehe. Masing-masing dari kami mendapat 5 tusuk. Setelah makan berat, kami pun mengemil beberapa makanan ringan. Berbeda denga Yopi yang malah kembali makan mie. Kata Mugni, dia itu Mie Lover. Haha.

“Di dalam mobil kami saling berbagi cerita.”

Perjalanan pun kami lanjutkan ke kota tahu Sumedang. Jalan sangat lancar. Tapi berkelok. Itu kenapa saya merasa pusing dan mual. Baru kali ini saya merasakan mual lagi karena naik mobil dengan jalan berkelok. Haha. Tapi sangat menyenangkan mengingat di dalam mobil kami saling berbagi cerita. Dari mulai yang serius hingga yang terkesan bercanda. Sebuah momen sederhana yang pantas untuk selalu dikenang.

 

Iklan

2 thoughts on “Jalan-Jalan ke Kebun Teh Lembang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s