Review 2013

Hari ini adalah hari pertama untuk tahun 2014 yang masih misteri. Tapi sebelum memulai berpetualang di tahun 2014 ini, saya ingin me-review momen yang terjadi di tahun 2013 yang penuh dengan cerita. Awal tahun menjadi momen yang sangat tak disangka karena memulai sebuah hubungan dengan Tryana Permanasari, teman saya beda kelas. Kita sering terlibat dalam perlombaan sains, atau hanya untuk berdiskusi tentang soal-soal pelajaran seperti fisika dan kimia.

Di bulan Februari, saya mengikuti study tour yang diadakan oleh SYS-C (Sumedang Youth and Student Club) ke kampus tujuan saya pada waktu itu, Institut Teknologi Bandung dan ke Observatorium Bosscha. Tour ini diikuti oleh beberapa sekolah yang ada di Sumedang. Saya masuk ke Bus 2, bersama teman-teman dari SMAN 3 Sumedang lainnya. Dari kelas saya sendiri (XII IA 5), ada 8 orang yang mengikuti kegiatan ini. Walau kunjungan ke ITB bisa dibilang mengecewakan (hanya seminar kecil di Salman), tapi setidaknya itulah momen pertama saya mengunjungi kampus idaman saya pada waktu itu. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Bosscha. Dalam perjalanan tersebut, kami melewati Universitas Pendidikan Indonesia. Kampus yang juga menjadi tujuan saya setelah lulus dari SMA. Apalagi setelah melihat taman Partere yang sejuk, makin membuat saya ingin masuk ke kampus tersebut setelah masuk ITB.

Foto saat study tour ke Bosscha. Bersama teman-teman dari XII-IA 5 SMAN 3 Sumedang.

Bersama kawan saya, Tresna, saya mengikuti ITB Day pada bulan Maret. Bisa dibilang beruntung karena hanya 200 orang yang bisa mengikuti seminar yang membahas tuntas tentang ITB. Di sana juga kami dibersi motivasi oleh dosen ITB. Masuk April, sebagai kelas XII bulan ini adalah bulan paling menakutkan. Karena di bulan ini, Ujian Nasional dengan 20 paket diselenggarakan. Dan mengejutkannya lagi bagi saya, hari pertama UN jatuh pada tanggal 15 April, tepat ulang tahun saya ke-18 pada waktu itu. Ujian Nasional pun lewat. Ada yang mendebarkan lagi: SNMPTN.

“Dan mengejutkannya lagi bagi saya, hari pertama UN jatuh pada tanggal 15 April, tepat ulang tahun saya ke-18 pada waktu itu.”

Untuk SNMPTN, saya memilih ITB: STEI, FMIPA dan UPI: Pend. Matematikda dan Pend. Fisika. Rasa gelisah pasti keluar saat-saat menunggu hasil pengumumannya. Dan hingga waktunya pengumuman, pahit harus saya dapatkan karena saya gagal di SNMPTN. Sesaat saya merasa sangat jatuh, walau sekarang kalau dipikir-pikir lebay juga. Tapi memang momen itu adalah momen yang sangat memukul, dan menjadi momen yang paling pahit di tahun 2013. Dengan waktu yang sangat sempit menuju SBMPTN, saya belajar dengann tekad yang kuat untuk masuk PTN. Selain persiapan untuk SBMPTN, saya juga mendaftar di Teknik Informatika Institut Teknologi Nasional.

“Dan hingga waktunya pengumuman, pahit harus saya dapatkan karena saya gagal di SNMPTN.”

Sangat ironis ketika perpisahan sekolah, saya sebagai juara umum ke-2 tidak maju saat pemanggilan siswa-siswa yang berhasil masuk ke PTN melalui SNMPTN. Simpati guru-guru pun datang kepada saya. Mereka menyemangati saya untuk sukses pada tes tulis SBMPTN. Walau sebenarnya banyak guru yang mengharapkan saya lolos ke ITB dan menjadi pionir untuk sekolah yang baru 9 tahun menjadi negeri tersebut. Walau begitu, sebagai penghargaan saya dijadikan siswa yang menjadi perwakilan pelepasan atribut. Dan upacara yang diiringii dengan budaya Sunda tersebut sangat meriah dan membuat hati saya bangga bisa berjalan danmenjadi pusat perhatian. Mungkin itu obat kegagalan saya.

Pendaftaran SBMPTN pun dibuka. Sampai mendaftar online dan sudah berhadapan dengan komputer pun saya belum menentukan pilihan saya. Trauma degan kegagalan masuk ITB, saya memutuskan untuk tidak mengambil ITB dalam pilihan saya. Saya pikir saya harus lebih realistis untuk SBMPTN kali ini. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih Matematika UPI sebagai pilihan pertama. Karena memang tujuan utama saya inginmasuk ke Matematika ITB, walau di SNMPTN saya memilih STEI di pilihan pertama. Tapi untuk pilihan kedua, saya mencoba sedikit gila. Dengan pilihan 1 Matematika UPI dan saya sedikit yakin untuk masuk ke pilihan 1 itu, maka saya memutuskan untuk mengambil pilihan ke-2 yang lebih high secara passing grade. Ilmu Komputer UPI. Dengan peminat tahun lalu sebanyak 1526, Ilmu Komputer UPI hanya menyediakan 30 kursi untuk SBMPTN. Wow. Tapi saya memilih itu, Dan pilihan terakhir saya memilih Matematika Universitas Padjadjaran. Bisa dibilang pilihan ke-3 ini saya ambil dengan tidak berpikir panjang.

“Trauma degan kegagalan masuk ITB, saya memutuskan untuk tidak mengambil ITB dalam pilihan saya.”

Tempat tes pun keluar. Saya mendapat tempat tes di SMA BPI Bandung. Dengan menginap ke saudara yang ada di Bandung, saya berjuang selama 2 hari untuk masa depan saya. Dua hari yang sulit. Dua hari yang penuh dengan perasaan campur aduk. Tes pun selesai, tinggal menunggu pengumuman. Sidang isbat akan dilaksanakan untuk menentukan apakah besok mulai bulan puasa atau tidal, tapi saya masih berkelut dengan perasaan was-was menanti pukul 6 sore, pengumuman SBMPTN. Saya pinjam tab ayah saya dan membuka site pengumumannya. Dan… tiba-tiba saya kegirangan, mamah saya menangis bahagia. Saya masuk di Ilmu Komputer UPI! Di luar ekspektasi, saya  malah masuk ke jurusan dengan persaingan paling ketat ke-2 di bawah Pend. Biologi untuk FPMIPA UPI.

Screenshot lolos SBMPTN 2013.

Dengan masuknya saya ke UPI, berarti juga saya harus tinggal di Bandung. Akhirnya saya mendaptkan kost di Gegerkalong Girang, dekat dengan pesantren Daarut Tahuiid, pesantren milik Aa Gym. Tempatnya nyaman. Saya serumah (kost saya berbentuk rumah) dengan mahasiswa dari FPOK. Mereka sangat ramah dan funny. Hanya dalam sehari saya sudah betah dan beradaptasi dengan tempat baru saya itu. Perkuliahan pun dimulai. Merasakan bagaimana menjadi seorang mahasiswa, khususnya Mahasiswa Ilmu Komputer yang tidur larut malam untuk terus berhadapan dengan komputer. Acara-acara kaderisasi Keluarga Mahasiswa Komputer (KEMAKOM) pun sangat saya nikmati. Dalam salah satu acara inaugurasi, yaitu Pameran Karya Keluarga Mahasiswa Komputer (PAKAR KEMAKOM) 2013, poster kelompok saya menjadi poster terbaik dan mentor kelompok saya menjadi mentor terbaik. Salah satu momen terbaik selama kaderisasi. Hingga akhirnya proses kaderisasi selesai dan dilantik pada 1 Desember 2013.

Kelompok 1 B-Mail KEMAKOM 2013. Saat mendapatkan predikat poster terbaik PAKAR KEMAKOM. Dari kiri; Rooseno, Anjar, Banyu (Saya), Agung, dan Anshar. Paling kanan Kang Miftah, mentor kelompok 1 yang juga menjadi mentor terbaik.

Tahun ini adalah tahun di mana peralihan saya sebagai siswa menjadi seorang mahasiswa. Di mana saya merasakan kegagalan, dan di mana saya merasakan apa itu keberhasilan dengan perjuangan. Tahun ini tak akan terlupakan. Mungkin akan menjadi salah satu tahun terbaik dalam sejarah hidup saya. Selamat tinggal 2013. Banyak kenangan yang tersimpan di sana. Sangat banyak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s