Ospek Itu Penting

Sumber gambar: myshp21.blogspot.com

Di tengah pemberitaan negatif tentang ospek, banyak masyarakat yang mengatakan bahwa ospek harus dihapuskan. Yang terbaru, pemberitaan tentang kekerasan fisika bahkan pelecehan seksual yang dilakukan oleh senior terhadap juniornya di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Sebelumnya, saya mendengar bahwa ada mahasiswa baru yang meninggal akibat ospek di Universitas Widyatama, walau kedua berita di atas masih dipertanyakan kebenarannya. Bahkan, ITB yang tersohor pun pernah mendapatkan pemberitaan yang seperti itu.

Ospek sebenarnya adalah ajang untuk mengenalkan lingkungan baru bagi mahasiswa baru. Memperkenalkan bagaimana kehidupan dan cara menjalaninya di kampus baru yang tentu berbeda dengan masa-masa putih abu. Namun, banyak bahkan hampir semuanya melenceng dari tujuan utamanya itu. Banyak kekerasan dan hal-hal lain yang tak pantas oleh senior terhadap juniornya. Dan yang sangat disayangkan adalah mereka mengatasnamakan pelatihan mental bagi adik-adiknya agar menjadi orang yang kuat. Padahal, mungkin saja itu hanyalah sebuah bentuk balas dendam terhadap apa yang mereka dapatkan saat mereka menjadi seorang junior. Senior menjadi dewa, dan junior harus tunduk agar “aman” di kehidupan sehari-hari kampus tersebut. Hal yang sangat salah kaprah. Dan ini adalah hal serius.

“Senior menjadi dewa, dan junior harus tunduk agar “aman” di kehidupan sehari-hari kampus tersebut.”

Saya pun mengalami masa-masa menjadi seorang mahasiswa baru. Saya masuk di Ilmu Komputer, Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung. Ospek tingkat universitas memang teratur. Dan memang kata kebanyakan orang, yang keras itu nanti saat ospek jurusan. Oke, ospek jurusan. Nama himpunan mahasiswa di jurusan yang saya masuki ini bernama Keluarga Mahasiswa Komputer (KEMAKOM). Berarti mereka lah yang akan bertindak senior kami di ospek jurusan. Tekanan-tekanan kecil memang sering muncul. Harus berangkat pagi, mempersiapkan alat-alat yang harus dibawa, tugas meminta tanda tanagan kakak tingkat yang sangat klasik tapi sangat merepotkan, dan yang paling dibenci mungkin adalah kakak tingkat yang bertindak sebagai komisi disiplin (komdis) yang berperan sebagai orang yang memeriksa kesalahan-kesalahan sambil memasang muka galak tanpa senyum. Berbagai alur ospek jurusan telah dijalani, hingga akhirnya pada saat pelantikan yang dikenal dengan PLASA (Pelantikan Anggota Biasa) mungkin banyak yang takut karena mungkin di sinilah saat-saat yang paling “parah”. Oh ya? Benarkah

PLASA pun berakhir. Mahasiswa baru yang mengikutinya sudah dilantik. Kekerasan? Dari awal ospek universitas sampai saya dilantik di ospek jurusan saya tidak pernah sekalipun merasakan push-up, hukuman yang paling klasik. Tak ada perpeloncoan, tak ada perbadutan. Ospek yang benar-benar bersih dan rapi. Positifnya? Sangat banyak! Kita menjadi kenal bahkan dekat dengan kakak-kakak tingkat yang selama ini menjadi senior di ospek jurusan. Bagaimana dengan kakak-kakak yang galak seperti komdis? Semuanya menjadi cair dan mereka menjadi akrab dan sangat baik. Bahkan kakak-kakak tingkat memberikan pelatihan-pelatihan tentang ilmu-ilmu dasar yang berguna untuk adik-adiknya ke depan. Kakak tingkat pun meminjamkan buku-buku yang dimiliki. Dan yang terpenting, karena sering berkumpul dan dikelompok-kelompokkan beberapa kali dengan teman-teman seangkatan yang berbeda, kita menjadi kenal dengan teman-teman seangkatan kita lintas kelas.

“Tak ada perpeloncoan, tak ada perbadutan. Ospek yang benar-benar bersih dan rapi.”

Itu yang saya sangat senang dari ospek jurusan KEMAKOM. Coba bayangkan jika tak ada ospek seperti ini. Mungkin kita tak akan mengenal kakak-kakak tingkat dan akan selalu malu untuk meminta pertolongan tentang hal-hal yang mungkin mereka lebih berpengalaman, tidak akan ada perubahan baik pada setiap mahasiswa baru, karena dalam proses ospek ini, tanggung jawab, kedisiplinan, dan keberanian mahasiswa baru untuk berpendapat sangat berkembang. Dan mungkin mahasiswa baru hanya akan mengenal teman-teman dari satu kelas yang sama, tak akan kenal dengan temannya yang lain dari lintas kelas, apalagi lintas jurusan. Banyak sekali hal positif yang didapatkan dari ospek yang benar juga tentunya. Hal yang harus kita lakukan adalah merubah ospek itu sendiri. Ospek yang dilakukan oleh KEMAKOM FPMIPA UPI ini mungkin hanya salah satu ospek yang baik di antara banyak ospek-ospek yang lain. Tapi di sisi lain, jauh lebih banyak ospek yang masih melenceng. Ini tugas kita untuk merubahnya. Karena ospek yang salah akan membentuk karakter yang salah dan itu akan terus mendarah daging. Hilangkan, berantas ospek yang masih memelihara kekerasan fisik, pelecehan seksual, perpeloncoan dan hal-hal yang merendahkan martabat manusia lainnya. Semoga semuanya sadar akan ospek yang baik dan benar. Karena ospek itu penting.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s